Kampus LokasiI deal Debat Capres

0

MEDAN (Waspada): Pengamat Komunikasi Politik dari  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Joko Susanto, menyebutkan universitas adalah pabriknya orang pintar. Jadi kampus  dinilai merupakan  lokasi yang sangat  tepat untuk  debat Calon Presiden (Capres).

“Kampus  pilihan yang sangat rasional dan ideal,” kata Joko Susanto, ketika diminta pendapatnya terkait polemic debat Capres 2019, Rabu (9/1). Menurutnya,  jika debat Capres digelar  dikampus, maka pesertanya adalah  kalangan guru besar,  dosen dan mahasiswa.

Sehinga kompetensinya akan sangat baik.“Kampus gudangnya panelis. Jadi panitia tidak perlu mengeluarkan biaya  mengundang panelis. Akademisi dan mahasiswa bisa bebas berdiskusi, mengupas tuntas  visi-misi dan program para Paslon (pasangan calon),” katanya.

Joko, mengatakan  kampus adalah simbol  intelektual. Disini lah  Capres dan Cawapres akan  diuji oleh kalangan intelektual atau rasional yang tidak memihak.”Di sini (kampus) akan terlihat seberapa hebat masing-masing kandidat  mampu mempertahankan  gagasan dan ide  yang mereka tawarkan untuk membawa bangsa ini kearah lebih baik,” sebutnya.

Oleh karena itu, menurut Joko,  KPU perlu didorong agar menggelar debat Capres dikampus.  Apalagi pesertanya bisa diperluas dengan  mengundang akademisi dan mahasiswa dari banyak kampus yang ada di Indonesia.

Hal senada disampaikan Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Junaidi. Dia mengaku setuju jika debat Capres digelar di kampus. “Dari pada di hotel, lebih baik di kampus. Karena dari kampuslah gudangnya orang pintar,” tegasnya.

Menurut Junaidi, debat Capres di kampus sangat tepat.Karena banyak negara di dunia juga melakukan debat Pilpres di kampus, termasuk di Amerika Serikat. ‘’Alasan lain mengapa kampus sangat ideal dan layak,karena audiencenya yang hadir jauh lebih jelas dan lebih melek politik dan perekembangan global,’’ katanya.

Selanjutnya, kata Junaidi,pertanyaan yang akan muncul dari panelis, juga akan sangat terarah. Dan paling penting,tidak memihak pasangan calon. Menurut Junaidi, jika digelar di kampus, maka  para akademisi dan mahasiswa dapat langsung menilai gagasan dari masing-masing pasangan calon.”Hasil debatnya juga akan sangat bermutu. Sebab dikaji secara mendalam oleh banyak intelektual,’’ katanya. (m49/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here