Pengaman Tangan-Tangan Ambruk

1
TANGGUL pengaman tebing saluran, di Desa Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, ambruk dihantam arus air beberapa waktu lalu. Foto direkam Kamis (10/1). Waspada/Syafrizal
TANGGUL pengaman tebing saluran, di Desa Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, ambruk dihantam arus air beberapa waktu lalu. Foto direkam Kamis (10/1). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Tanggul pengaman tebing, kawasan Desa Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ambruk dihantam arus, sepanjang lebih kurang 30 meter.

Informasi diterima Waspada Kamis (10/1) menyebutkan, sekitar kurang lebih 30 meter tanggul ambruk, akibat dihantam arus luapan Sungai Krueng Tangan-Tangan, pada Selasa (8/1) malam lalu.

Saat ini, material tanggul yang ambruk dihantam banjir, masih berserakan di dalam saluran, sehingga arus air menjadi tidak lancar. Hal itu dikuatirkan saat curah hujan tinggi, akan merusak badan tanggul lainnya, jika tidak segera ditanggulangi. Kepala Desa Pantee Geulumpang Yusli, mengaku akan segera melayangkan laporan kerusakan tanggul tersebut. Katanya, tanggul itu dibangun pada Tahun 2017 lalu.

Sebelumnya, tanggul di sekitar saluran itu juga pernah ambruk, karena dihantam banjir pada akhir Tahun 2017 silam. Karena masih dalam tahap pemeliharaan, maka tanggul itu bisa diperbaiki kembali. “Yang terjadi sekarang, hampir persis pada waktu itu. tanggul yang seharusnya menjadi pengaman tebing, justru patah akibat diterjang arus air,” ungkapnya.

Dikatakan Yusli, saluran induk di Desa Pantee Geulumpang, Tangan-Tangan ini, merupakan jalur satu-satunya untuk membagikan air, ke dalam areal persawahan beberapa desa, di Tangan-Tangan. Terutama untuk kawasan Desa Pantee Geulumpang dan Desa Mesjid.

Banyak aktifitas sehari-hari yang dilakukan warga, bergantung pada aliran air di saluran ini. Seperti mencuci pakaian, mandi dan kebutuhan lainnya. “Air dalam saluran ini cukup bersih, karena langsung dari bendungan Krueng Tangan-Tangan, sehingga warga banyak memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, kami berharap dapat diperbaiki dalam tahun ini,” tutupnya.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Din Armaya ST, terpisah mengaku belum mendapatkan laporan terkait rusaknya tanggul saluran, di Desa Pantee Geulumpang, Tangan-Tangan. “Masalah ada laporan atau tidak, tak jadi masalah. Yang pastinya, akan segera kita cek ke lapangan,” tuturnya.

Din Armaya mengatakan, saat ini dia bersama dengan tim pengairan, sedang memantau kondisi beberapa saluran yang rusak, akibat diterjang arus air beberapa hari yang lalu. “Setelah kita menerima informasi ini, akan kita hitung berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki kembali tanggul yang ambruk tersebut. syukur-syukur kalau bisa ditangani dalam tahun ini,” pungkasnya. (cza)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here