Distribusi Gas Subsidi Menyimpang

0

Teks Foto:
AGEN penyalur mengangkut gas subsidi ketika melintasi SPBU Idi Rayeuk, Aceh Timur, baru-baru ini. Waspada/M. Ishak/B.

IDI (Waspada): Menyusul isu kelangkaan gas subsidi disejumlah titik, petugas gabungan dikerahkan diseluruh pangkalan untuk memantau proses penyaluran gas melon itu dari agen ke pangkalan yang selanjutnya didistribusikan ke masyarakat kurang mampu.

“Hasil pengecekan tidak terjadi kelangkaan, tapi ada beberapa temuan di lapangan yang kita anggap bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur dalam penjualan gas bersbsidi,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, kepada Waspada, Jumat (11/1).

Ditanya soal temuan di lapangan, Wahyu menyebutkan antara lain harga jual gas bersubsidi bervariasi dan kebanyakan tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Gas bersubsidi ini dikhususkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu, tetapi kenyataan pihak pangkalan menjualnya ke restoran atau rumah makan yang notabenya tidak berhak mendapatkan harga subsidi,” terang Wahyu.

Pihaknya bersama instansi terkait kedepan akan terus memantau setiap pangkalan gas bersubsidi, sehingga dalam pendistribusiannya tepat sasaran. “Jika kedepan ditemukan kesalahan prosedur dalam penyaluran, maka akan kita tindak tegas sesuai aturan,” tegas Wahyu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur, Iskandar, melalui Kabid Perdagangan, Nazarina, secara terpisah membenarkan selama ini harga jual gas bersubsidi didaerah itu bervariasi. “Tetapi kita saat ini telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HRT) dengan Keputusan Bupati Aceh Timur Nomor: 500/672/2018 tertanggal 6 Agustus 2018,” katanya.

Pangkalan yang berada sepanjang Jalinsum Banda Aceh – Medan HET Rp18 ribu. Pangkalan yang berjarak 5-15 kilometer dari jalan negara ditambah biaya angkut Rp2 ribu, sehingga menjadi Rp20 ribu. Pangkalan dengan jarak 16-30 kilometer dari jalan negara ditambah biaya angkut Rp4 ribu, sehingga menjadi Rp22 ribu.

Selanjutnya, pangkalan dengan jarak 30 kilometer ke atas dari jalan negara ditambah Rp7 ribu, sehingga harga jual menjadi Rp25 ribu. “HET gas bersubsidi di Aceh Timur Rp25 ribu, itupun hanya berlaku di Kecamatan Simpang Jernih, Peunarun dan Lokop dan Indra Makmur. Selebihnya dibawah dari itu,” tegas Nazarina. (b24/I).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here