Anak Yatim Penderita Gizi Buruk

2
PASIEN kekurangan gizi dirawat di RSU Dr. Kumpulan Pane Tebingtinggi. Waspada/Muhammad Idris
PASIEN kekurangan gizi dirawat di RSU Dr. Kumpulan Pane Tebingtinggi. Waspada/Muhammad Idris

TEBINGTINGGI (Waspada): Seorang warga kurang mampu menderita gizi buruk, Rizki Karmana, 25, tinggal bersama neneknya di sebuah gubuk Jalan Pule, Kel. Bagelen, Kec. Padang Hilir, Tebingtinggi.

Ditemui di kediamannya, ia hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur dan selama ini hanya dirawat neneknya, Sudartik, 63, yang tinggal sendiri bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Rizki adalah anak tunggal dari pasangan suami- istri almarhum Sukmana dan Sudarmiati.

Jangankan untuk berobat, untuk biaya hidup sehari-hari saja sulit. Sang nenek berharap para dermawan dan Pemko Tebingtinggi membantu biaya perobatan dan kebutuhan mereka.

Ditemui wartawan, Jumat (11/1), Sudartik mengatakan cucunya mengidap penyakit sejak lahir dan sudah pernah dibawa berobat. Ia juga menyebut pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial Tebingtinggi, namun kemudian bantuan tersebut berhenti tanpa diketahui.

Diwarnai keharuan sang nenek berharap kepada para dermawan mau pun pihak Pemko Tebingtinggi dapat membantu meringankan bebannya.

Sementara itu, Pihak Pemko Tebingtinggi yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi mengunjungi kediaman Rizki Karmana. Tim Dinas Kesehatan bersama petugas Puskesmas dan Lurah Bagelen menjenguk Rizki di kediamannya, kemudian membawanya ke RSU Dr. Kumpulan Pane untuk dirawat.

Kadis Kesehatan dr. H. Nanang Fitra Aulia, Sp.PK, Jumat (11/1) malam mengatakan, pihaknya sudah menjenguk Rizki di kediamannya dan membawanya ke RSU. Menurut neneknya, cucunya 4 hari ini tidak mau makan, biasanya makannya lahap, pergerakannya lincah, tenaganya kuat meski badannya kurus. “Kini pasien kita rawat di RSU untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Kepala Kelurahan Bagelen, Kiki mengatakan, keluarga Sudarti ini tetap menjadi perhatiannya. Ia termasuk menerima bantuan PKH (program keluarga sejahtera) dan bantuan beras sejahtera serta terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS. Beberapa waktu lalu, katanya, pernah memperoleh bantuan untuk disabilitas dari Dinas Sosial, namun kini tidak lagi, karena bantuan tersebut memang sudah tidak ada lagi dari pusat.

Sudarti yang ditemui di ruang rawat inap RSU Dr. Kumpulan Pane mengatakan sangat berterimakasih kepada Pemko Tebingtinggi yang sudah memberi perhatian dengan berbagai bantuan yang diberikan. “Saya memang tidak lapor ke kepling atau lurah tentang kondisi cucu saya ini, tetapi tadi pak dr. H. Nanang datang memeriksa keadaannya dan memerintahkan untuk membawanya ke RSU dengan ambulance.

Mengenai kondisi cucunya setelah mendapat perawatan, menurutnya sudah seperti semula. Tenaganya kuat sekali dan lasak sehingga tangannya terpaksa diikat, agar infusnya tidak lepas. (a11)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here