Irigasi Jebol 500 Ha Lebih Lahan Pertanian Terancam

1
Foto : Waspada/Syafrizal Irigasi Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee,  Abdya, jebol dihantam banjir luapan sungai. Foto direkam  Minggu sore (20/1) lalu.
Foto : Waspada/Syafrizal Irigasi Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee,  Abdya, jebol dihantam banjir luapan sungai. Foto direkam  Minggu sore (20/1) lalu.

BLANGPIDIE (Waspada): Sedikitnya, sekitar 500 hektar (ha) lebih, lahan pertanian produktif milik penduduk, di areal Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terancam kering dan tidak bisa ditanami.

Hal itu dikarenakan bendungan irigasi yang ada di Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee,  jebol dihantam banjir luapan sungai pada Minggu sore (20/1) lalu.

Informasi diterima Waspada Senin (21/1) menyebutkan,  jebolnya bendungan irigasi tersebut, disebabkan insfrastruktur bangunan itu, tidak sanggup menahan terjangan banjir luapan dari aliran sungai, yang meningkat tajam akibat tingginya intensitas hujan, yang mengguyur wilayah Abdya dan sekitarnya. Dimana, hujan lebat mengguyur daerah setempat, sejak pagi hingga jelang sore.

Rusaknya bendungan irigasi, kian diperparah karena sebelumnya juga pernah dihantam banjir luapan.  Saat ini,  irigasi tidak bisa berfungsi lagi, untuk mengaliri air ke ratusan hektare areal persawahan. Hal itu karena,  semua komponen irigasi berikut pintu, yang berfungsi untuk mengatur suplai air, dalam kondisi rusak parah. “Jika tidak segera diperbaiki, tidak tertutup kemungkinan irigasi tersebut akan rata dengan tanah, ” ungkap Jul Feroza, salah seorang warga tani setempat.

Muslim, petani lainnya mengatakan, bendungan irigasi itu sangat penting bagi petani. Apalagi, mayoritas petani saat ini sudah mulai melakukan pembajakan sawah, untuk program tanam serentak. “Sangat berpengaruh pada proses garap lahan pertanian masyarakat, apalagi sekarang petani memacu program tanam serentak,” sebutnya.

Sumber Waspada di Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya menyebutkan, bendungan irigasi berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya. Penangan darurat maupun perbaikan kembali bangunan itu ada di DPUPR. “Sementara untuk jumlah luas lahan yang di aliri dari bendungan itu, datanya ada di Distanpan, kalau tidak salah diatas 500 ha. Untuk pastinya, bapak konfirmasi dengan bapak kadis saja ya,” elaknya.

Kadistanpan Abdya Nasruddin, dimintai keterangannya melalui ponsel membantah terkait data luas lahan, yang dialiri melalui bendungan irigasi Krueng Pantoe, ada di dinas yang dipimpinnya. Menurutnya, data itu ada di DPUPR Abdya. “Maaf, saya lagi diluar kantor. Nanti kalau ada waktu saya telpon anda,” tutupnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Abdya Din Armaya ST, dihubungi Waspada melalui ponselnya mengatakan, luas lahan yang dialiri melalui bendungan irigasi Krueng Pantoe, datanya detail ada di Distanpan. Karena, semua data tentang pertanian, dikuasai oleh Distanpan. Sementara DPUPR, hanya menangani masalah insfrastrukturnya saja. “Luas lahan di Distanpan, DPUPR masalah insfrastrukturnya,” kata Din Armaya, yang mengaku sedang berada di Jakarta, dalam rangka perjalanan dinas.(cza)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here