SBY: Pemimpin Jangan Lukai Perasaan Rakyat

1
SBY mengenakan peci khas tenun Batubara. Waspada/Agusdiansyah Hasibuan
SBY mengenakan peci khas tenun Batubara. Waspada/Agusdiansyah Hasibuan

BATUBARA (Waspada): Sepuluh tahun saya memimpin Indonesia berkeliling nusantara dari Sabang sampai Merauke, saya mengambil kesimpulan, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang baik, oleh karena itu negara, pemerintah dan pemimpin jangan melukai perasaan masyarakat yang baik itu.

Demikian disampaikan Presiden RI ke enam Susilo Bambang Yudhoyono saat bertemu ramah dengan warga Dusun I Desa Mekar Baru, Kec. Datuk Tanah Datar, Kab. Batubara, Senin (21/1).

Dalam sambutannya SBY menyampaikan, masyarakat Desa Mekar Baru Tanah Datar ini adalah masyarakat yang ramah, religius dan baik, “Semoga Allah memberikan berkah pada desa yang baik ini, akan indah jika seluruh masyarakat Indonesia semua baik, taat beribadah, rukun, tapi juga mendapatkan keadilan, dan hidupnya makin sejahtera,” kata SBY

Dikatakannya, tugas negara, pemerintah, pemimpin, apakah pemimpin itu tingkat kabupaten, provinsi atau presiden dan menteri, semua mereka dipilih oleh rakyat. Wajib hukumnya mereka semua menyayangi rakyatnya, memimpin secara adil dan terus meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang memberikan mandat.

“Kita berharap, karena pemilu ini rakyat kembali memilih pemimpin pemimpin dan wakil wakilnya, kita bermohon pada Allah mereka semua yang nantinya diberi kepercayaan dan mandat oleh rakyat maka tugas yang paling utama memenuhi baktinya memimpin dengan adil dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” kata SBY.

Rakyat Indonesia ini dikatakannya keinginannya tidak macam macam. Masyarakat ini tentunya ingin keadilan, taraf hidup dan kesejahteraan meningkat. Memiliki pekerjaan, daya beli sehingga bisa membeli kebutuhan sehari-hari, berpendidikan, pelayanan kesehatan, lingkungan baik dan rukun.

“Saya menyeru kepada pemimpin yang sekarang dan akan datang, setelah pemilu, tugas yang utama adalah pimpin rakyat secara adil dan tingkat kan kesejahteraan mereka,” pintanya.

SBY dan ibu Ani Yudhoyono berterimakasih atas cendramata kain songket dan peci tenun khas Batubara. Kalau kesejahteraan rakyat baik, pasti lebih banyak yang membeli songket ini, maka ekonomi kita harus ditingkatkan.

“Membangun ekonomi harus adil, tidak boleh yang untung hanya yang kaya saja,” tandasnya. Kita semua ingin adil dan makmur jangan makmur sendiri sendiri, itulah yang harus dilakukan negara pemerintah dan pemimpin.

Saya selalu mengajak pemimpin demokrat kalo mendapat amanah bekerja betul, bukan pencitraan agar kepercayaan itu dibalas dengan yang diharapkan. “Kami selama empat hari di Sumut, untuk mendengar dan menyerap informasi dan harapan masyarakat,” kata SBY.

Kedatangan SBY disambut dengan pencak silat dan tarian serta tepak sirih. Kunjungannya yang sangat singkat dimanfaatkan masyarakat Batubara untuk berfoto dengan presiden dua periode pasca reformasi ini.

Ketua panitia Wahyu mengatakan, serasa mimpi SBY hadir ketempat mereka, persiapan acara ini sudah dilakukan tiga hari yang lalu dengan dukungan masyarakat setempat. (C05)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here