Bupati Batubara Bentuk Satgas Penertiban Alat Tangkap

1
BUPATI Batubara Zahir bersama instansi terkait membentuk satgas alat tangkap nelayan. ( Foto ist)

LIMAPULUH (Waspada): Persoalan antar nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl yang berlarut-larut di perairan Batubara akan segera diatasi dengan dibentuknya satgas lintas sektoral.

“Kita bentuk Satgas guna menertibkan alat tangkap dan ukuran GT sesuai Permen Kelautan Perikanan No. 71 2016,” kata Bupati Batubara Zahir di aula Kantor Bupati Batubara, Senin (21/1).

Hadir dalam rapat kordinasi tersebut Denpom 1/1 Siantar Letkol Inf Chairun, Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Srimarantika Bruh, Kajari Batubara, Kadis Perikanan Provisi Sumut, UPT Perikanan, Satpol Air Tanjung Balai Kompol Z Siregar.

Zahir mengatakan, tujuan dibentuknya tim satgas penertiban alat tangkap tersebut agar para nelayan tradisional dan nelayan modern dapat melaut dan menangkap ikan sesuai peraturan yang sudah ditentukan.

“Kalau ini tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan konflik nantinya, untuk mengatasi itu maka alat tangkap yang tidak ramah lingkungan akan diganti dengan alat tangkap yang ramah lingkungan dengan anggaran Rp3 miliar,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini jajaran instansi terkait sedang melakukan pendataan secara akurat tentang nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl. Kolaborasi TNI, Polri dan Pemkab serta organisasi nelayan, diharapkan permasalahan tentang nelayan ke depan tidak terjadi lagi.

Sementara Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang mengimbau para nelayan tradisional harus sabar dan cukup melaporkan kepada pihak berwajib jika terjadi permasalahan.

Dalam pembahasan rapat tersebut, juga diungkapkan bahwa untuk melakukan operasi di laut pihak Pengawas Sumberdaya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP) Belawan akan membantu satu unit kapal yang bisa digunakan oleh tim Satgas.(C05/b)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here