Guru Alquran Diberhentikan Santri Unjukrasa

0
PULUHAN santri Ponpes Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat unjukrasa di lingkungan pondok. Waspada/Abdul Hakim
PULUHAN santri Ponpes Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat unjukrasa di lingkungan pondok. Waspada/Abdul Hakim

STABAT (Waspada): Puluhan santri Ponpes Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat berunjukrasa di lingkungan pondok menuntut pembatalan terhadap pemberhentian dua guru tahfiz, Rabu (23/1).

Para santri membawa sejumlah spanduk yang berisi kritikan terhadap pengelola pondok atas pemberhentian guru dimaksud. Salah seorang santri, Raihan mengatakan, mereka berharap ustadz Abdul Munim dan ustadz Rudi Hartono yang diberhentikan dapat mengajar kembali seperti biasa karena ke dua sosok tersebut sangat diperlukan untuk pembelajaran hafalan Alquran.

Santri lain menilai pengelola pondok telah berlaku sewenang-wenang memberhentikan ke dua guru tersebut tanpa ada surat teguran maupun peringatan. Jika tuntutan mereka diabaikan para santri mengatakan akan berunjukrasa di Kemenag Langkat dan terus mogok belajar hingga kembali ke rumah masing-masing.

Hasil pantauan Waspada tidak ada aktivitas belajar mengajar dari pagi hingga sore dikarenakan unjukrasa. Sementara belasan alumni pondok pesantren yang merasa prihatin dengan masalah pemberhentian dimaksud spontanitas mendatangi gedung sekolah dan mengadakan pertemuan dengan pengelola pondok Masri Zein.

Perwakilan alumni, Madsyah berharap Masri Zein dapat meninjau kembali putusan pemberhentian tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berkepanjangan. Madsyah juga membahas permasalahan sebelumnya dimana ada beberapa guru lain yang juga dipecat tanpa alasan jelas.

“Namun meski saat itu puluhan santri berunjukrasa tetapi guru-guru yang dipecat tidak juga dikembalikan mengajar seperti biasa. Kami prihatin dengan nasib pesantren ini mengapa jadi begini, padahal dahulu tidak ada kegaduhan,” ujar Madsyah. Dia menilai Masri Zein tidak mengedepankan musyawarah, pembinaan terhadap guru-guru dan langsung ambil keputusan sepihak tanpa adanya surat teguran.

Sementara menyikapi aspirasi dari sejumlah alumni pondok pesantren, Masri Zein mengatakan akan membahasnya bersama dewan pembina pondok. Puluhan santri Rabu sore kembali berorasi di halaman sekolah menuntut Masri Zein mundur. (a03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here