Indonesia Harus Tunjukkan Sikap Tidak Bisa Diintervensi

1
Pengamat Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Abdul Hakim Siagian
Pengamat Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Abdul Hakim Siagian

* Kritik Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

MEDAN  (Waspada) : Kritikan keras pihak Australia terhadap  rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, harus dibalas oleh pemerintah Indonesia. Yakni dengan menunjukkan sikap politik bahwa Indonesia tidak bias diintervensi oleh Negara lain, termasuk masalah hukum di negeri ini.

Pengamat Politik Islam Internasional dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr. Syafruddin Syam, mengatakan Indonesia harus memiliki kekuatan sikap, kewibawaan hukum dan kedaulatan negara, tanpa harus diintervensi oleh negara asing.

“Jika pemerintah Indonesia sampai terpengaruh oleh tekanan ini,  justru akan menguatkan kecurigaan masyarakat yang selama ini melihat bahwa kasus hukum terhadap Abu Bakar Ba’asyir, sejatinya hanyalah pesanan asing,” ujar Syafruddin Syam,  Selasa (22/1).

Menurutnya, Indonesia punya mekanisme dalam bernegara, sesuai dengan peraturan dan perundangan. Dimana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, merupakan hak hukumnya sesuai prosedur hokum yang sudah menjalankan 2/3 masa tahanan.

“Jadi negara lain harus bias menghargai sistem bernegara yang ada di Indonesia ini. Kalaupun secara politik Australia dengan sikapnya menolak,  silahkan saja. Tapi kita juga harus menunjukkan kewibawaan sebagai negara yang memiliki konstisusu dan negara berkedaulatan,” ucapnya.

Memang, lanjut Syafruddin,Indonesia memliki hubungan bilateral pada negara lain. Tapi Indonesia harus memberi pemahaman bahwa Indonesia punya sistem sendiri dalam menjalankan negaranya, termasuk dalam penegakan hukum.  “Hak yang sudah dipegang Abu Bakar Ba’asyir untuk mengajukan pembebasan bersyarat itu, tidak boleh lagi dirubah,karena adanya kritikan dari negara lain,” katanya.

Harus bercermin

Hal yang sama dikatakan Pengamat Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Abdul Hakim Siagian. Menurutnya,  perlu ditegaskan bahwa Australia  harus bercermin pada kasus warga negaranya, yakni ratu narkoba Schapelle Corby.

Dimana, Australia yang melakukan berbagai upaya, agar hukuman dibebaskan atau dikurangi. Dan akhirnya mereka peroleh, sehingga jadi bebas bersyarat. “Artinya, merekapun melakukan upaya dan berjuang untuk warga negaranya yang terbukti melakukan kejahatan narkoba yang juga merupakan kejahatan luar biasa.

Nah kalau untuk kasus Abu Bakar Ba’asyir ini, jadi wewenang negara Indonesia melakukan tindakan kepada warganya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, Scott Morrison mengatakan pada telah melakukan kontak dengan pemerintah Indonesia terkait Baasyir pada Sabtu pekan lalu.“ Posisi Australia tentang masalah ini tidak berubah, kami selalu menyatakan keberatan yang paling dalam,” kata Morrison, kepada wartawan, di Melbourne,dikutip dari Reuters. (cyn/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here