Penista Agama Divonis 2 Tahun 6 Bulan

0
TERDAKWA penista agama SSP, dikawal personil Polres Asahan saat mendengar putusan hakim PN Kisaran, dan disaksikan puluhan umat Islam. Waspada/Sapriadi
TERDAKWA penista agama SSP, dikawal personil Polres Asahan saat mendengar putusan hakim PN Kisaran, dan disaksikan puluhan umat Islam. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Terdakwa penista agama dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 1 Miliar subsider 4 bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri Kisaran.

Vonis itu dibacakan Hakim Ketua Elfian SH MH dengan Hakim anggota, Rahmat HA Hasibuan SH, dan Miduk Sinaga SH, dalam sidang lanjutan penista agama, Rabu (23/1), dengan Putusan No: 1091/Pid.Sus/2018/PN Kis, menyatakan terdakwa SSP,41, oknum personil Polri, warga Jln Sei Kopas, Kec Kisaran Barat, Kab Asahan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian atau permusuhan individu, kelompok masyarakat tertentu, suku, agama, golongan, atau sara sebagai mana dalam dakwaan Pasal 45a ayat (2), UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU NO 11/2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa penjara 2 tahun dan 6 bulan. Denda sebesar Rp 1 Miliar, dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar, maka diganti 4 bulan kurungan dipotong masa tahanan,” jelas Elfian.

Sebelumnya Elfian menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta di persidangan, menyebutkan terdakwa mengalami gangguan mental, namun pada kenyataannya itu tidak terbukti, karena terdakwa saat melakukan penistaan agama tidak di bawah pengaruh obat-obatan, namun karena emosi.

“Dari penjelasan terdakwa bahwa terdakwa pada saat itu emosi, sehingga membuat ujaran kebencian, dan hal itu menujukan kesadaran terdakwa, mengetahui dengan jelas perbuatannya dan dampak yang ditimbulkan,” jelas Elfian.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa DR Ir Edy Lubis SH, menjelaskan sudah berupaya dengan baik, sehingga apapun putusan hakim pihaknya masih mempunyai upaya lain, karena putusan ini belum inkrah.

“Sementara ini kami masih pikir-pikir, apakah dilanjutkan atau tidak. Nanti akan kami kabari,” jelas Edy.

Sedangkan Komisi Hukum MUI Kab Asahan Nummat Adham Nasution, saat ditemui Waspada usai sidang mengatakan, pihaknya berpandangan positif atas putusan ini yang diberikan hakim, dan tentunya vonis terhadap terdakwa sudah memenuhi ketentuan hukum.

“Sebenarnya kami belum puas dengan vonis itu, namun kami menghormati putusan hakim,” jelas Adham.

Pada sidang sebelumnya (Rabu (9/1) JPU Khairul Rahman Nasution SH, menuntut terdakwa 3 tahun penjara, denda Rp 1 Miliar, subsider 6 bulan kurungan dipotong masa tahanan, dengan sangkaan melanggar Pasal 45a ayat (2), UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU NO 11/2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). (a15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here