Razia PKL Gunakan Mobil Ricuh 11 Unit Diamankan

1
TIM terpadu yang terdiri dari personel, Satpol PP Deliserdang, Satlantas Polres Deliserdang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Deliserdang dan Muspika saat melakukan penertiban PKL. Waspada/Edward Limbong
TIM terpadu yang terdiri dari personel, Satpol PP Deliserdang, Satlantas Polres Deliserdang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Deliserdang dan Muspika saat melakukan penertiban PKL. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Pedagang kaki lima (PKL) yang gunakan kendaraan bak terbuka kian menjamur di pinggir ruas jalan Kec. Lubuk Pakam.

Karena itu, tim terpadu yang terdiri dari personel, Satpol PP Deliserdang, Satlantas Polres Deliserdang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Deliserdang dan Muspika Kec. Lubuk Pakam melakukan razia penertiban di sepanjang Jl. Sultan Hasanuddin (Pasar 3) Lubuk Pakam Deliserdang dan berhasil mengamankan (sita) sebanyak 11 unit mobil, walaupun sempat terjadi kericuan, Rabu (23/1).

Aksi penertiban tersebut mendapat perlawanan dari para PKL, aksi saling tarik menarik barang dagangan tidak dapat dihindarkan antara petugas dan pedagang. Hal ini dikarenakan pedagang tidak terima dagangannya dan mobil yang di jadikan tempat berdagang jajanan, sayuran ataupun buah buahan akan diamankan oleh petugas.

Salah satu pedagang buah Rentiana, yang memarkir mobilnya di pinggir marah saat petugas mengusirnya dan mencoba menahan kendaraan dan mencoba  menghindar dari petugas.

Kasatpol PP Deliserdang Suryadi Aritonang mengatakan, kalau pedagang kaki lima (PKL) sudah kembali mau menjamur di kawasan Kota Lubuk Pakam. Ia menyebut Satpol PP punya tanggungjawab untuk melakukan penertiban. “PKL dan yang pakai mobil kita tertibkandi dua titik dan hasilnya kita sita mobilnya sebanyak 11 unit yang selanjutnya dibawa ke Dinas Perhubungan,” katanya.

Ia menyebutkan karena sifatnya pembinaan maka tim gabungan dari Satpol PP Deliserdang, Satlantas Polres Deliserdang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Deliserdang dan Muspika mengembalikan mobil yang disita dengan syarat kepada pemilik tidak berjualan lagi ditempat yang telah dilarang. “Sebab dari peruntukan mobil tersebut yang seharunya pengangkutan umum di buat menjadi tempat jualan. Jadi tadi kita buat pembinaan dengan membuat peryataan tidak mengulangi lagi apabila mengulangi maka ditindak,” tegasnya.

Suryadi mengaku, kericuan terjadi karena pihak PKL tidak terima untuk ditertibkan. “ Ada sempat terjadi kericuhan dari pemilik mobil ketika kita menggiring ke Dinas Perhubungan. Dimana salah satu pedagang menarik lengan baju Sekepretaris Satpol PP Deliserdang ibu Sandra Dewi Situmorang. Namun Akhirnya setelah petugas memberikan penjelasan bahwa tindakan berjualan tersebut menyalahi aturan dan pedang itupun meminta maaf,” akunya. (cel/a06)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here