Tahun Ajaran Baru, Nomor Induk Siswa Diganti Nomor Induk Kependudukan

0

JAKARTA (Waspada):  Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan baru dengan menggantikan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera dalam Kartu Keluarga (KK).

“Nomor Induk Siswa Nasional akan diganti dengan Nomor Induk Kependudukan. Tinggal kita singkronisasikan antara data yang ada di data pokok pendidikan dengan data di dukcapil. Kebijakan ini berlaku mulai tahun ajaran baru 2019 ini,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat menerima kedatangan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh di Jakarta, Selasa (22/1).

Dikatakan Muhadjir, kebijakan penggantian NISN dengan NIK mudah saja karena tinggal mengubah data saja. Datanya, lanjut Muhadjir sudah ada di sekolah.

“Tinggal dicek, termasuk di daerah mana, tinggal dimana, keluarganya siapa. Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan gitu hanya kita perlu menselaraskan datanya saja,”imbuhnya.

Muharjit menambahkan, dijadikannya NIK sebagai pengganti NISN akan mempermudah pendataan anak-anak yang masuk dalam usia sekolah. Terutama untuk memberikan kesempatan pada peserta didik, yang dengan alasan tertentu tidak dapat masuk ke jalur formal. Ini sekaligus meningkatkan  peranan pendidikan nonformal menjadi strategis dan bukan sekedar pelengkap.

“Target kita dengan disatukannya data yang ada di Kemendagri dengan data Kemendikbud, maka wajib belajar, bahkan sampai 12 tahun dapat terwujud,”lanjut Muhadjir.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan dengan NIK dapat mengetahui anak-anak yang putus sekolah. Kalau ternyata tidak punya biaya untuk sekolah,  bisa mengurusnya dan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).(dianw/C).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here