Titiek Soeharto Di Medan, Resmikan Padi Dan Rabu Biru

1
Titiek Soeharto (jilbab biru) berfoto bersama Pembina PADI Berkarya Wara Anif dan Dewi Teruna Jasa Said Pembina Rabu Biru Sumut serta emak-emak relawan PADI, Selasa (22/1). Waspada/Ronggur Simorangkir
Titiek Soeharto (jilbab biru) berfoto bersama Pembina PADI Berkarya Wara Anif dan Dewi Teruna Jasa Said Pembina Rabu Biru Sumut serta emak-emak relawan PADI, Selasa (22/1). Waspada/Ronggur Simorangkir

MEDAN (Waspada): Rocky Gerung dan Titiek Soeharto memberi ceramah politik pada acara silaturahmi Relawan Prabowo – Sandi Sumut sekaligus Deklarasi PADI berkarya dan Rabu Biru Sumut, di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (22/1).

Rocky Gerung memberi usul agar Indonesia ke depan hanya boleh dipimpin oleh orang yang punya akal sehat.  Dalam ceramah politiknya Rocky di hadapan ribuan emak emak se Sumut, dia meminta agar emak-emak harus mampu mengawal hak politik para suami agar para bapak tidak menempatkan pilihan politik pada mereka yang tidak pernah adil.

Menurutnya, orang yang tiap hari merasakan ketidak adilan ialah para emak-emak .“Emak emak begitu bangun tidur langsung dihadapkan pada ketidakadilan. Karena setiap pagi sehabis bangun, emak emak pasti belanja ke pasar dan setiap pagi selalu berkutat dengan ketidakadilan karena harga harga kebutuhan pokok selalu naik,” tandasnya.

Menurut Rocky, emak-emak pasti muak jika selalu disajikan dengan ucapan ucapan keadilan yang disampaikan ke penguasa. Oleh sebab itu, emak-emak harus kawal para suaminya agar para Bapak mau membela emak-emak yang tiap hari kerepotan karema dihadapkan pada ketidakadilan.

Rocky menilai, Indonesia kedepan harus dipimpin oleh mereka-mereka yang punya akal sehat dan isi otak yang cerdas. Katanya, sebab bahaya jika negara dipimpin oleh mereka yang hanya tau isi kertas tapi tidak punya isi otak.

Menurut Rocky, dirinya merasa bahwa ada semacam gangguan teknis di isi kepala pemimpin, sehingga banyak menghasilkan berbagai kebijakan yang ngawur. “Orang gila saja disuruh memilih di Pemilu, keren nggak tuh,” tandasnya.

Rocky menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah membenci Pak Jokowi. Rocky mengaku malah senang dengan kesederhanaan Pak Jokowi. “Saya senang lihat kesederhanaan Pak Jokowi, dan sikap kesederhanaan itu baik untuk seorang kepala keluarga, namun bukan untuk seorang kepala negara,” tandasnya.

Rocky berharap agar Indonesia ke depan dipimpin oleh mereka mereka yang punya gagasan besar, berani bicara di forum forum internasional dan menyuarakan gagasan gagasan hebat demi meninggikan harjat dan martabat Bangsa.

Katanya, dulu masyarakat dunia tahunya ASEAN itu ya Indonesia, tahunya OKI itu ya Indonesia, sekarang apa pun tidak, dan kita seolah hilang dari peredaran dunia. “Bagaimana kita mau dikenal, kalau kita tidak punya konsep besar, gagasan besar dan gugup bicara di forum forum internasional,” tandasnya.

Sementara itu, Titiek Soeharto dalam ceramah politiknya mengatakan bahwa saat ini keadaan Indonesia sangat memprihatinkan. Menurutnya kebijakan impor yang berlebihan, terutama pada saat petani kita sedang panen dinilai merupakan kebijakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak mencerminkan keadilan bagi para petani kita.

Katanya, kebijakan impor tersebut seolah menghapuskan goresan emas tentamg prestasi Indonesia semasa Pak Soeharto yang mampu membuat Indonesia menjadi negara swasembada pangan.

“Bahkan sampai berlebihnya, dulu kita mengirimkan bantuan beras ke Afrika yang tengah mengalami kesusahan,”tandasnya. Titiek berharap agar seluruh emak emak dan relawan PADI bergerak memenangkan Prabowo Sandi demi menyelamatkan Indonesia dan demi kemenangan kelompok pribumi. (crds/J)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here