Heboh Postingan Wanita Mengaku Berhubungan Intim Dengan Oknum Kadis

0

TANJUNGBALAI (Waspada): Satu akun facebook bernama Syai Alfarizi Andi Mahyuni membuat geger masyarakat Kota Tanjungbalai. Pemilik akun diduga menuliskan dan memposting video pernyataan pernah berhubungan layaknya suami isteri dengan seorang Kadis di Pemko Tanjungbalai, Kamis (31/1).

Dari timeline yang tampak di akun tersebut, pada tanggal 16 Januari 2019 pukul 19.07, pemilik akun menulis bahwa dirinya pernah bersetubuh dengan salahseorang oknum kepala dinas di Penginapan Jaya, Km 7, dan tempat lainnya. Dia juga menulis bagi siapa yang tidak senang, bahwa itu haknya.

Kemudian pada 23 Januari 2019 pukul 01.33 akun tersebut juga menuliskan “Karena saya sudah capek menunggu niat baiknya, tapi sepertinya dia enggak mau tau, di sini akan beritahu yang lebih jelasnya, harap maklum ya sobat semuanya,”. Berikutnya masih 23 Januari 2019 pukul 09.50, akun tersebut kembali berkicau dengan bunyi “Saya akan katakan yang sebenarnya tentang isteri anda, karena anda sudah menyetubuhi saya, di penginapan Jaya Batu 7, grosir depan terminal lama Tanjungbalai, depan lapangan pasir, dan tempat-tempat lainnya.

Beberapa hari kemudian, akun tersebut memposting beberapa foto salah satu kadis, NH, di berbagai tempat, bersamaan dengan video pengakuan yang diunggahnya. Dalam video berdurasi sekitar 47 detik tersebut, seorang wanita mengaku pernah diselingkuhi dan ditiduri oleh kadis yang dimaksudkan di salah satu penginapan.

Dia juga menyatakan bahwa pengakuan itu tanpa ada paksaan dan ancaman dari pihak manapun. Setelah akun itu viral, pada 31 Januari muncul dua pucuk surat perjanjian dan surat pernyataan diduga pemilik akun FB itu.

Dalam surat perjanjian, disebutkan bahwa yang bernama Mahyuni, 35, warga Jln Kahaian, Kel. Muarasentosa, Kec. Seitualang Raso, Kota Tanjungbalai berjanji tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga NH. Mahyuni juga berjanji tidak akan menghubungi secara langsung atau melalui media elektronik, serta tidak akan menyebarkan postingan di FB dan video miliknya tersebut.

Surat itu ditandatangani 28 Januari 2019 dengan saksi Daet, Damanhuri, SR Sitorus, dan Aslindawati. Selain perjanjian, Mahyuni juga menandatangani surat berisi pernyataan, akun atas nama di atas yang memposting beberapa pernyataan itu telah dibajak. Kemudian mengenai ucapan yang menyatakan pernah berhubungan layaknya suami isteri adalah tidak benar, dan itu semuanya karena tekanan dan paksaan dari seseorang inisial IS.

Mahyuni juga meminta maaf kepada keluarga yang merasa dirugikan atas postingan di FB tersebut.

Terpisah, NH dikonfirmasi Waspada membantah dengan keras isi postingan yang ada di FB tersebut. NH memang mengaku mengenal dengan wanita tersebut namun tidak ada hubungan spesial.

Dalam kesempatan itu NH menjelaskan keluarga Mahyuni sudah datang ke rumah difasilitasi oleh kepolisian meminta perdamaian. Di pertemuan tersebut kata NH, Mahyuni menandatangai surat perjanjian dan pernyataan seperti tertulis di atas, dan mengatakan bahwa akunnya dibajak oleh orang lain.

“Orang tuanya meminta janganlah dulu dilaporkan ke polisi, janganlah dulu menuntut,” kata NH menirukan permintaan orang tua Mahyuni.

Namun yang mengejutkan, ternyata ada seseorang oknum LSM diduga aktor di balik pernyataan Mahyuni. Untuk itu, NH mengaku tidak akan tinggal diam dan akan menuntut balik orang-orang yang telah mencemarkan nama baiknya.

“Kebetulan saya lagi di luar kota ini, Senin nanti baru bisa saya ke kantor polisi, saat ini juga saya sedang diproses di Badan Kepegawaian Daerah,” ujar NH. (a14/a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here