Masjid Di Filipina Digranat, 2 Tewas

1
Petugas gawat darurat memberikan pertolongan kepada seorang korban dalam serangan granat di sebuah masjid di Kota Zamboanga, Filipina, Rabu (30/1). The Star
Petugas gawat darurat memberikan pertolongan kepada seorang korban dalam serangan granat di sebuah masjid di Kota Zamboanga, Filipina, Rabu (30/1). The Star

MANILA, Filipina (Waspada): Serangan granat di sebuah  masjid di Filipina menewaskan dua orang dan sedikitnya melukai empat lainnya pada Rabu (30/1) dini hari waktu setempat.

Dua korban tewas diidentifikasi sebagai jamaah masjid bernama Habil Rex, 46,dan Bato Sattal, 47.Melansir dari Straits Times,insiden di Kota Zamboanga itu terjadi selang tiga hari setelah ledakan ganda mengguncang katedral di Pulau Jolo, Filipina,yang menewaskan 20 orang.

Pelaku sebelumnya mematikan lampu jalan di dekat masjid, lalu melemparkan granat ke tempat ibadah yang terletak di distrik Talon tersebut. Saat peristiwa terjadi, ada sekitar 10 orang sedang tidur, tepat lewat tengah malam.

Penyidik menyatakan, tuas pengaman granat buatan Belgia ditemukan di tempat kejadian. Masjid itu diketahui milik seorang pensiunan polisi. Dalam sebuah pernyataan, Dewan Ulama Semenanjung Zamboanga mengecam serangan itu dengan menyebutnya sebagai tindakan jahat, tidak rasional, dan tidak manusiawi.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan, butuh langkah paling ekstrem untuk mengakhiri serangan yang menargetkan rumah ibadah. “Kita butuh langkah paling ekstrem yang cukup untuk mengakhirinya, tanpa ada tanggapan balik dari musuh-musuh yang tidak sengaja berpihak pada para penjahat,”katanya.

Dalam insiden ledakan di Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo sebelumnya, tersangka diidentifikasi sebagai Ommal Yusop. Kemudian ada tersangka lain dengan alias Kamah, dan tersangka ketiga yang tidak dikenal berhasil melarikan diri.

Keduanya disebut sebagai fraksi Ajang-ajang, bagian dari Abu Sayyaf. Seperti diketahui, Abu Sayyaf telah berjanji setia kepada Kelompok Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS), yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (ts/And)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here