Berantas Korupsi, Saudi Raup Rp1.490 Triliun

1
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz membaca laporan dari komite khusus penyelidik korupsi. Saudi Press Agency
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz membaca laporan dari komite khusus penyelidik korupsi. Saudi Press Agency

RIYADH, Arab Saudi (Waspada) : Pemerintah Arab Saudi berhasil meraup 400 miliar riyal (sekitar Rp1.497,6 triliun) berkat pemberantasan korupsi yang dilakukan pada 2017 silam.

Saat itu kerajaan menahan puluhan pangeran dan pengusaha terkemuka. Seperti dilansir Arab News, Rabu (30/1), dana sebesar itu didapat dalam bentuk uang tunai, properti, dan aset lainnya, yang diserahkan oleh pangeran senior, menteri, dan pengusaha terkait korupsi.

Seperti diketahui, kebijakan yang diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan diluncurkan pada November 2017, berhasil menangkap banyak elite politik dan ekonomi.

Mereka ditahan di Hotel Ritz Carlton di Riyadh selama hampir tiga bulan. Otoritas memanggil 381 orang sehubungan dengan kasus korupsi, namun sebagian hanya sebagai saksi untuk menyodorkan bukti.

Sementara itu, sekitar 87 orang mengaku melakukan pelanggaran yang dituduhkan terhadap mereka.Jaksa penuntut umum Saudi menolak menyelesaikan kasus yang menimpa 56 orang karena menghadapi dakwaan pidana sebelumnya.

Kemudian, 8 orang lainnya menolak mencapai penyelesaian dan telah dirujuk ke jaksa penuntut untuk tindakan lebih lanjut. Raja Salman berjanji kerajaan akan terus melanjutkan upaya memerangi korupsi dan mempertahankan integritas.

“Memberdayakan penegakan hukum dan badan negara terkait lainnya sehingga mereka dapat secara efektif mempraktikkan peran dalam menjaga uang rakyat,” katanya.

Stasiun televisi CNBC melaporkan, pengamat menyebut penahanan terhadap koruptor dirancang untuk memperkuat kekuasaan di bawah Pangeran MBS, yang akan menjadi penerus Raja Salman.

Penangkapan digelar selang beberapa hari setelah Saudi menjadi tuan rumah KTT investasi internasional perdana di Riyadh. Para tahanan diminta untuk menukar aset mereka agar bisa menghirup udara bebas, ketika Saudi berupaya mempercepat penarikan investasi asing.

Di antara para tersangka yang ditahan adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, investor terkenal di Saudi, dan mantan Kepala Garda Nasional Saudi Pangeran Mutaib al-Saud. (arab news/And)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here