Malas Sinkronisasi , Sekolah Bisa Dihapus Dari Dapodik

0

JAKARTA (Waspada) Sekolah diminta untuk aktif melakukan sinkronisasi data pada sistem data pokok pendidikan (dapodik). Sebab lewat Surat Edaran bernomor 0993/2019 yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada 17 Januari 2019 menyebutkan adanya sanksi penghapusan secara otomatis (softdelete) bagi sekolah yang tidak melakukan sinkronisasi data selama tiga semester berturut-turut.

“Kalau tiga semester berturut-turut tidak melakukan sinkronisasi data di dapodik, maka sistem secara otomatis akan menghapus   informasi sekolah bersangkutan. Surat Edaran sudah disampaikan kepada seluruh kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten kota,” kata Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dr Khamim, di Jakarta, Senin (4/2).

Kerugian yang dialami sekolah yang dihapus, salah satunya adalah tidak mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab data pemberian BOS diambil dari dapodik.

Pengawasan juga harus dilakukan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota. Jangan sampai sekolah di wilayahnya mendapat sanksi pemberhentian dana BOS akibat data yang tidak disinkronisasi selama tiga semester berturut-turut.

Kepala dinas dan jajarannya dapat memantau secara aktif status sinkronisasi data sekolah-sekolah di daerahnya lewat laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/progres.

“Harus dipantai sampai 100 persen sebelum batas akhir alokasi BOS berakhir,” kata Khamim.

Khamim menyebutkan dana BOS untuk seluruh jenjang pendidikan mencapai Rp46 triliun dan masuk dalam struktur APBD lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik.  Jumlah itu termasuk BOS afirmasi untuk anak-anak di daerah terdepan terluar dan terpencil (3T).

Khamim menyebut ada sekira146 ribu sekolah jenjang SD. Sebagian besar atau lebih dari 90 persen adalah SD Negeri. Sementara jumlah siswa setingkat SD mencapai 25,5  juta jiwa.

“Dari sekian banyak sekolah dan siswa, yang mendapat BOS harus jelas datanya supaya tepat sasaran dan tidak ada kesalahan pengelolaan. Makanya penting sekali untuk terus mengawasi sinkronisasi data di sistem dapodik kita,” tandas Khamim. (dianw/C).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here