Sama Dengan Tahun Lalu, Biaya Ibadah Haji 2019 Rp35.235.602

1

JAKARTA (Waspada): Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M sebesar Rp35.235.602 atau sama dengan USD2,481 dengan kurs 1USD: 14.200. Jumlah itu sama dengan BPIH tahun lalu alias tidak ada kenaikan.

“Kami bersepakat total BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp35.235.602,- atau setara USD2,481. Besaran rata-rata biaya haji tahun ini sama dengan rerata BPIH tahun 1439H/2018M,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menandatangani kesepakatan BPIH 1440H/2019M dengan dalam rapat kerja dengan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher di acara Rapat Kerja yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Senin (4/2).

Rumusan kesepakatan ini selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH 1440H/2019M.

Seperti tahun lalu, BPIH sebagian menggunakan manfaat dana setor BPIH jamaah. Pada 2019 ini, BPIH yang diperlukan untuk setiap jamaah sesunguhnya sebesar Rp69.744.435. Tapi jamaah hanya membayar Rp35.235.602. Selisihnya sebesar Rp34.508.833 ditopang dari pengembangan dana setoran BPIH jamaah sepanjang 2017 dan efisiensi sepanjang 2018.

Dikatakan Menag, kebijakan pemanfaatan hasil pengembangan dana haji untuk menopang biaya operasional penyelenggaraan haji ini adalah solusi dalam menekan besaran BPIH yang dibayar jamaah.

“Tapi penggunaannya harus dilakukan dengan arif dan bijaksana, efektif efisien dan rasional,” tegas Lukman.

Ditambahkan Lukman, jika dilihat dari kurs Rupiah, BPIH tahun ini sama dengan besaran BPIH tahun lalu, yaitu rata-rata sebesar Rp35.235.602,-. Namun, jika dalam kurs dollar, BPIH tahun ini justru lebih rendah USD151. Sebab, rata-rata BPIH tahun 2018 sebesar USD2.632.

Meski biaya haji tidak mengalami kenaikan, namun Menag menjamin akan ada peningkatan kualitas pelayanan haji dibanding tahun lalu.

“Tenda di Arafah akan menggunakan AC. Urinoir di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus Shalawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius 1km dari Masjidil Haram,” tegas Menag.

BPIH Termurah

BPIH Indonesia adalah yang paling murah di antara negara-negara ASEAN yang mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi. Menurut Menag, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 US dollar (USD). Persisnya, $8.738 (2015), $8.788 (2016), $8.422 (2017), dan $8.980 (2018). Untuk Singapura, rata-rata di atas 5.000 US dollar, yaitu: $5.176 (2015), $5.354 (2016), $4.436 (2017), dan $5.323 (2018). Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar $2.750 (2015), $2.568 (2016), $2.254 (2017), dan $2.557 (2018).

Dalam USD, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar $2.717. Sementara tiga tahun berikutnya adalah $2.585 di 2016, $2.606 di 2017, dan $2.632 di 2018.

Sekilas, lanjut Menag Lukman, BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia namun sebenarnya lebih murah. Sebab dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada $400 atau setara SAR1.500 yang dikembalikan lagi kepada setiap jemaah haji sebagai biaya hidup (living cost) di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup (living cost). Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu sebesar 400 USD atau setara SAR1.500,” tandasnya.

“Jadi sebenarnya pada kenyataannya jemaah haji tahun 2019 ini rata-rata hanya membayar $2,081”, ujar Menag. (dianw/B)

Teks Foto.

Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI usai penandatanganan BPIH 1440H/2019M di Gedung DPR RI Senayan, Senin (4/2)

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here