4 Penganiaya Anggota OKP Ditangkap

1
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira menginterogasi para pelaku penganiayaan hingga tewas di Polrestabes Medan,Selasa (5/2). Waspada/Andi Aria Tirtayasa/C
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira menginterogasi para pelaku penganiayaan hingga tewas di Polrestabes Medan,Selasa (5/2). Waspada/Andi Aria Tirtayasa/C

MEDAN (Waspada) : Empat dari 10 pelaku penganiayaan dan penembakan  Jarisman Saragih, 22, warga Dusun Sinar Bangun Desa Pematang Johar,Kec. Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Senin (4/2) diringkus Tim Pegasus Polrestabes Medan.

Keempat tersangka diringkus dari rumah masing-masing berinisial DP alias Black, 39, warga Jl. Cemara Pasar I Lorong Il Timur Desa Sampali, Kec. Percut Seituan, DU alias Komeng, 20, warga Jl. Cemara Lorong Il Barat Desa Sampali , Kec. Percut Seituan, RS, 20,  warga JI. Pancing II Budi Utomo, Kel. Indra Kasih, Kec. Medan Tembung dan MF, 23, warga JI. Pancing Il Budi Utomo Desa Sampali Kec. Percut Seituan.

Dari keempat pelaku, polisi menyita sejumlah senjata tajam, kayu balok, anak panah dan dua unit senapan angin dan senjata berburu. Enam lagi pelaku lainnya masih diburu oleh polisi.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada sejumlah wartawan di Polrestabes Medan, Selasa (5/2) menyebutkan, korban Jarisman Saragih pada Sabtu (2/2) sekira pukul 17:00 bersama sejumlah temannya usai menghadiri acara pelantikan pengurus OKP IPK di Lapangan Gajahmada Jl.Krakatau Kecamatan Medan Timur, bergegas pulang kerumahnya di Dusun XIV Sinar Gunung Desa Pematang Johar Kecamatan Percut Seituan.

Saat angkot yang ditumpangi korban melintas di Jl.Cemara, tiba-tiba dihadang oleh sekelompok pria. Teman-teman korban lainnya berhasil menyelamatkan diri sedangkan korban Jarisman dan Owen Naibaho dipaksa keluar dan dibawa ke Jl. Pasar I Lorong I Baru Timur Desa Sampali.

“Di lokasi kejadian, para pelaku menganiaya Jarisman Saragih dengan senjata tajam. Ada pelaku yang menembak dada korban hingga 7 butir peluru senapan angin bersarang di dadanya.  Korban Jarisman Saragih akhirnya meninggal dunia sedangkan seorang lagi teman korban bernama Owen Naibaho mengalami luka kritis,” sebut Dadang.

Dijelaskan Dadang, berdasarkan rekaman kamera CCTV dan keempat tersangka, ada 6 nama pelaku lainnya yang masih diburu.“Mereka yang diburu merupakan ‘otak’ pelaku yang menyuruh pelaku lainnya untuk menganiaya korban hingga tewas,” tegas Dadang seraya mengimbau keenam pelaku lainnya segera menyerahkan diri.

Dadang menambahkan, tersangka DP alias Black ditangkap di tempat persembunyiannya di rumah mertuanya di Desa Paya Geli, Kec.Sunggal.“Saat hendak ditangkap, tersangka DP alias Black berusaha melarikan diri sehingga kedua kakinya terpaksa ditembak,” ujar Kapolrestabes.

Dari pengakuan tersangka DP alias Black,tambah Kapolrestabes, akhirnya personel Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus tersangka DU, RS dan MF dari rumah masing-masing. “Para pelaku dijerat Pasal 338 subsider Pasal 340 subsider Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” tegas Dadang.

Tidak Berperikemanusiaan

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kota Medan menilai pengeroyokan dan penganiayaan yang merenggut nyawa seorang kader IPK Jarisman Saragih merupakan sikap tidak berprikemanusiaan.

DPD IPK Kota Medan menyerahkan kasus ini  pada aparat kepolisian dan berharap semua pelaku penganiayaan ditangkap semuanya.“Aksi pengeroyokan itu merupakan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan.

Kejadian ini sangat tidak sportif, seharusnya orang (korban) yang sudah tak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Apalagi ini bukan bentrokan. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang-orang, sungguh tidak punya prikemanusiaan,” ujar Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba kepada sejumlah wartawan di Kantor DPD IPK Medan Jl. Burjamhal Medan, Senin (4/2). “Ini bukan bentrok, sebab kader dicegat oleh 50 orang. Kejadian ini sudah direncanakan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan,” tegasnya.

“Mereka dipersenjatai bebagai jenis senjata diantaranya air softgun. Jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual di balik kejadian ini,” pintanya.

Thomas juga mengimbau para kader agar menahan diri dengan tidak melakukan aksi pembalasan dan menjaga kekondusifitasan kota Medan.

Bukan Anggota PP

Sementara itu Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Deliserdang turut angkat bicara terkait tewasnya Jarisman Saragih di Jl. Cemara, Sabtu (2/2) .Ketua Karateker MPC PP Deliserdang Edison Sianturi mengatakan, sesuai laporan dari Ketua PAC Percut Sei Tuan yang telah melakukan investigasi, hasilnya tidak ditemukan atau tidak ada satupun anggota PP yang melakukan perbuatan itu.

“Atas peristiwa yang terjadi itu, jangan terlampau gegabah untuk menuduh jika pelakunya mutlak dilakukan oleh kader PP,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (4/1) malam.

Berdasarkan hasil investigasi itu pula, jelasnya, tim dilapangan menemukan bahwa peristiwa itu dilakukan oleh oknum masyarakat. Karenanya, ujar dia, pihaknya melihat, jika kasus yang terjadi itu tidak ada kaitannya dengan Pemuda Pancasila.

Selain itu, ia juga mengaku, jika nanti ada anggota PP yang terbukti sebagai pelaku, dirinya berjanji jika pihaknya akan menyerahkan secara langsung ke pihak yang berwajib.

Sementara itu, Kepala Desa Sampali, Kec.Percut Sei Tuan M Ruslan mengatakan, peristiwa yang menyebabkan tewas nya kader IPK bernama Jarisman Saragih, ialah murni dilakukan oleh masyarakat.

Selain itu, ia turut menyebutkan, peristiwa itu juga terjadi secara spontanitas.“Sudah diinvestigasi, itu semua masyarakat, nggak ada unsur Pemuda Pancasila. Dan kini juga sudah diserahkan (ke polisi) melalui perwakilan Kadus melalui Polmas,” terangnya. (h04/czal)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here