Dijanjikan PKH Warga Dipungut Rp15.000

0
SEBAGIAN ibu rumahtangga warga Desa Suka Maju, Kec. Tanjungtiram, Batubara yang dipungut Rp15.000 dengan harapan terdaftar sebagai penerima PKH.(Waspada/Iwan Has)

TANJUNGTIRAM (Waspada): Masyarakat Dusun X dan XI Desa Suka Maju Kec. Tanjungtiram, Kab. Batubara kecewa karena tidak terdaftar sebagai Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal mereka telah dipungut bayaran Rp15. 000 oleh kepala dusun yang berjanji mendaftarkan untuk mendapat bantuan sosial tersebut.

“Kami telah membayar Rp15.000/orang kepada kepala dusun dua tahun lalu yang berjanji mendaftarkan sebagai penerima PKH. Namun sampai kini belum juga terdaftar,” jelas Ijah dan Timah, ibu rumah tangga warga setempat, Selasa (4/2).

Menurutnya, warga di desa nelayan itu membayar kepada kepala dusun supaya didaftarkan sebagai penerima PKH, sehingga menggiurkan warga lain dan memberikan jumlah dana yang diminta.

“Bayangkan jika semua warga membayar Rp15.000, sedangkan warga setiap dusun jumlahnya mencapai ratusan. Sudah berapa dana terkumpul,” ujarnya mempertanyakan.

Warga memberikan dana tersebut dengan harapan terdaftar sebagai PKH. Sebab jika terdaftar secara otomatis kebutuhan hidup mereka ditanggung pemerintah baik biaya pendidikan anak, ibu hamil sampai Raskin/Rastra. Bahkan sebagian warga juga rela untuk membayar lebih jika memang bisa terdaftar mendapatkan bantuan PKH.

Selain itu warga juga telah menyerahkan berkas persyaratan dibutuhkan berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada Kadus Az dan Ar, tetapi belum juga mendapatkan manfaatnya. Dan berjanji akan meneruskan persoalan tersebut ke jalur hukum.

Sementara Camat Tanjungtiram Azwar di ruang kerjanya kepada Waspada, Rabu (5/2), juga mengakui hal itu. Pihaknya telah meminta Plt. Kades Suka Maju Raja Harahap memeriksa oknum Kadus dan bisa-bisa jabatannya terancam dicopot.

“Kejadian ini cukup kita sesalkan dan telah meminta Plt. Kades memeriksa. Bila perlu mencopot oknum Kadus yang melakukan kutipan terhadap warga dengan dalih untuk didaftarkan sebagai penerima PKH,” ujarnya.(a13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here