Kolaborasi Pengusaha-Akademisi Berdayakan Sampah Organik

1
Prof. Abdul Rauf didampingi oleh Pengusaha Ody King memperlihatkan hasil pengolahan sampah organik untuk kompos, MOL, ZPT, Pestisida Nabati, dan pakan ikan di pelataran PT Ody Lestari Medan

MEDAN (Waspada): Sampah, termasuk diantaranya sampah organik sisa rumah tangga dan industri pertanian/pangan, merupakan bahan yang masih bisa memberi nilai ekonomi dan kesejahteraan bila dikelola dengan baik. Slogan sampah harus diberdayakan bukan ditanggulangi mengandung makna bahwa sampah merupakan bahan berharga yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi, bukan sisa atau limbah dari produk akhir barang tertentu. Demikian terungkap dalam diskusi antara pengusaha dan pakar/akademisi yang dilakukan di Aula Kantor PT Ody Lestari Jl. Selamat 40 Medan, baru-baru ini.

Diskusi yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP, Pakar Konservasi Tanah dan Pengelolaan DAS USU ini dilakukan atas inisiatif pengusaha di bidang advertising (Periklanan) di Medan, H. Edy Koesriadi, SP, MM., yang merupakan pemimpin PT Ody Lestari yang akrab disapa Ody King.

Hadir pada diskusi ini akademisi dari Fakultas Pertanian UISU, Ir. H. Rahmad Setia Budi, M.Sc. yang juga sebagai Sekretaris Wilayah AAI (Asosiasi Aren Indonesia) Sumut; Elvi Hadriani, SP., PSi (Humas AAI Sumut) dan para relawan penyelamat lingkungan yang tergabung ke dalam Ody Lestari Institute.

“Sampah organik, selain dapat digunakan sebagai pupuk organik (kompos), juga dapat dijadikan bahan dasar pembuatan pakan ikan organik, pakan ternak, zat pengatur tumbuh (ZPT), mikro organisme lokal (MOL), pestisida (obat-obatan pertanian) nabati, arang hayati (biochar), dan bahan bakar briket,” lanjut Prof. Abdul Rauf yang juga sebagai Rektor Universitas Nahdatul Ulama Sumut (UNUSU) ini.

“Terkait dengan itu, Ody Lestari Institute telah memulai memberdayakan sampah organik yang “diburu” dari sampah pasar di beberapa tempat di kota Medan untuk pembuatan pupuk organik, MOL, ZPT, pakan ternak, pakan ikan, yang semuanya berskala rumah tangga yang dibuat di pelataran kantor PT Ody Lestari menggunakan mesin pencincang dan pembuat tepung berbahan baku sampah organik rakitan Ody Lestari Institute sendiri.

Hal ini dimaksudkan sebagai percontohan sekaligus guna memproduksi bahan berharga berbasis bahan sampah organik yang diharapkan dapat direplikasi oleh warga masyarakat yang ingin membuka usaha (bisnis) berbasis sampah,” ujar Ody King yang juga sebagai Ketua Asosiasi Aren Indonesia (AAI) Sumatera Utara ini.

“Kolaborasi antara pengusaha dan akademisi disertai peran para relawan penyelamat lingkungan diharapkan dapat pula membantu pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau Pemerintah Kota Medan dalam membuka peluang usaha berbasis sampah bagi warganya sekaligus penyelamatan lingkungan. Pemerintah dapat mengupayakan permodalan, baik berasal dari APBD, atau hibah, maupun dari sumber lain, seperti mendorong penyaluran CSR dari Perusahaan-Perushaan di daerah ini,” pungkas Prof. Rauf.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here