Jangan Pilih Caleg Ingkar Janji

1

P. SIDIMPUAN (Waspada): Banyaknya Caleg DPR RI yang maju dari Dapil 2 Sumut, khususnya meliputi wilayah Tabagsel (Padangsidimpuan, Tapsel, Palas, Paluta dan Madina) diyakini masih banyak membuat tanda tanya bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Pengamat sosial Kota Padangsidimpuan Baun Aritonang (foto), Minggu (10/2), mengatakan, dari beberapa caleg incumbent DPR RI yang berasal dari Dapil 2 Sumut khususnya Tabagsel, hingga saat ini belum ada menunjukkan hasil yang signifikan bagi kesejahteraan dan membawa perubahan yang baik bagi masyarakat.

“Kita sebagai masyarakat Tabagsel harus bisa memilih wakil-wakil rakyat kita untuk duduk di DPR RI nanti dengan baik, bijak dan benar. Tujuannya, agar para caleg juga sadar, dasar utama kita memilih mereka untuk mewakilkan kita agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat banyak yang ada di Tabagsel ini,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diyakini dan diterapkan masyarakat agar dapat menghasilkan caleg yang berkualitas. “Tidak hanya sosok dan rekam jejaknya saja, tapi lebih dari itu yang bisa total memikirkan daerah dan terbukti membawa hasil yang baik bagi masyarakat kita,” jelasnya.

Melihat kondisi yang ada saat ini, katanya, sudah pantas masyarakat untuk menakar potensi apa yang akan diberikan dari masing-masing caleg tersebut. Seperti, potensi partai politik yang digunakan caleg harus sangat berpengaruh kuat. Apalagi sesuai dengan Undang-undang Pemilu nomor 7 Tahun 2017, ketentuan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) adalah sedikitnya empat persen dari perolehan suara sah secara nasional.

“Dan yang paling berpeluang dan berpotensi untuk duduk adalah caleg yang memiliki partai yang besar dan sudah lama dikenal masyarakat,” jelasnya.

Berikutnya potensi komitmen si caleg. Masyarakat bisa melihat dan menilai dari rekam jejak sang caleg. Hal itu bisa menjadi patokan untuk memilih caleg yang benar-benar baik dan bisa menjadi suri tauladan bagi banyak masyarakat.

“Masyarakat bisa membuat komitmen dengan kontrak politik yang ketat, bila akhirnya setelah terpilih namun tidak ada realisasinya sanksi apa yang akan diberikan masyarakat. Apalagi, kalau caleg itu akan maju kembali, namun tidak ada hasil yang terlihat selama ia menjabat atau mengingkari janji kampanyenya, maka hukumannya yang pantas jangan kita pilih lagi,” ucapnya. (c02)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here