3 Remaja Laka Lantas Hanya Ditonton

1

TANJUNGBALAI (Waspada): Satu peristiwa laka lantas tunggal dengan korban tiga remaja di tikungan Jln Arteri Kel. Sirantau Kec. Datukbandar, Kota Tanjungbalai menjadi tontonan warga, Selasa (12/2) sekira pukul 15.00.

Mirisnya, tidak seorangpun yang memberikan tindakan darurat untuk menolong tiga anak tersebut untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan becak bermotor, kereta, ataupun mobil. Masyarakat tampak membiarkan kejadian itu bahkan hingga enam menit lebih lamanya.

Parahnya lagi, warga masih tega bertanya nama, alamat, dan penyebab kecelakaan, bahkan menjerit dan menangis menambah kepanikan di tempat kejadian. Padahal, dua dari tiga korban cukup parah dengan kondisi patah kaki di bagian kiri dan satu orang lagi lengan kanan.

Informasi dihimpun, kejadian berawal saat ke tiga remaja berboncengan dari arah Kisaran menuju Pelabuhan Teluknibung Kota Tanjungbalai menggunakan sepeda motor Nopol BK 6016 QAE. Diduga akibat melaju dengan kecepatan tinggi dan situasi jalan menikung dengan permukaan penuh pasir galian C, pengemudi lepas kendali dan tergelincir.

Sepeda motor beserta tiga penumpangnya terpeleset masuk ke parit di dekat jembatan sedalam lebih dari satu meter. Baru setelah tujuh menit, seorang petugas kepolisian datang dan mengevakuasi para korban.

Bercak darah tampak membekas di dinding parit sementara sepeda motor yang digunakan mengalami kerusakan tidak terlalu parah. “Ini yang paling parah, patah kakinya, katanya rumahnya di Esdengki,” ujar saksi mata Onamatua Mado Gea menunjuk remaja yang berpakaian kaos hitam lengan panjang.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Lantas AKP P Butarbutar didampingi Kanit Laka Ipda Ginting mengatakan, belum menerima informasi kecelakaan itu. “Pak kami masih ada kegiatan di lapangan pak fokus millenial road safety festival, nantilah pak ya,” kata Ginting.

Faisal, 35, warga Pasarbaru mengaku prihatin dengan situasi sosial saat ini karena masyarakat seakan enggan membantu orang yang sedang kesulitan. Pergeseran perilaku itu sangat dirasakan di mana masing-masing individu kurang peduli dengan orang lain.

Kejadian laka lantas tersebut katanya menjadi contoh yang harus disikapi bersama. “Jangan dibiarkan seperti itulah, kasihan, segera ambil tindakan, masalah lain itu belakangan, ini tergantung nyawa,” pungkas Faisal. (a32)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here