Hakeem Bahagia Bebas Dari Tahanan Thailand

1
The Guardian

MELBOURNE (Waspada): Pesepakbola yang juga berstatus sebagai pengungsi, Hakeem al-Araibi (foto), akhirnya kembali ke Australia setelah ditahan selama dua bulan di Thailand.

Menurut theguardian.com, Hakeem yang memiliki kewarganegaraan Bahrain ditahan Kepolisian Thailand sejak November 2018 saat sedang berbulan madu atas permintaan Pemerintah Bahrain.

Berkat tekanan diplomatik dan dunia internasional, Bahrain mengakhiri usaha mereka untuk mengekstradisi Hakeem. Ratusan pendukung sepakbola pun menyambut hangat kedatangan pemain berusia 25 tahun itu di Bandara Melbourne, Selasa (12/2).

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Australia. Sungguh bahagia melihat Anda semua dan semua warga Australia yang mendukung saya,” ucap Hakeem yang memakai seragam klubnya, Pascoe Vale FC.

Hakeem sebelumnya dikenal sangat kritis terhadap Pemerintah Bahrain dan terbang ke Australia pada 2014, tempat dia kemudian mendapatkan suaka politik.

Pemerintah Bahrain kemudian secara in absentia menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Hakeem dengan tuduhan perusakan pos polisi, tapi tuduhan itu dibantahnya.
Sejak itu pula, Pemerintah Bahrain berusaha untuk melakukan ekstradisi. Tetapi kelompok aktivis hak azasi manusia mengingatkan bahwa Hakeem terancam disiksa jika kembali ke Bahrain.

Beberapa jam sebelum kembali ke Australia, istri Hakeem kepada BBC mengatakan sangat berterimakasih atas lobi-lobi yang dilakukan Pemerintah Australia, serta usaha masyarakat dan komunitas sepakbola internasional.

“Saya sekarang bisa tersenyum dan saya tidak bisa berhenti menangis karena sangat gembira,” kata istri Hakeem yang tidak ingin ditulis jati dirinya.

“Saya berdoa dan berdoa agar ia bisa kembali ke saya dan akhirnya mimpi buruk kami berakhir,” tambah wanita berusia 24 tahun tersebut.

Setelah tidak diperbolehkan menghubungi suaminya selama sepuluh bulan di tahanan, istri Hakeem mengatakan berencana membeli bunga dan kue untuk merayakan reuni keluarga.
Sang istri juga menyampaikan terima kasih kepada Craig Foster, host TV dan mantan kapten Timnas Australia yang menggalang komunitas sepakbola internasional dan organisasi sepakbola, termasuk FIFA dan IOC, agar membantu membebaskan Hakeem.

“Kami berjuang demi satu jiwa karena Hakeem mewakili semua orang yang menderita di bawah tirani,” beber Foster dalam sebuah pernyataan tertulis.

Ketika berjalan keluar gerbang bandara, Hakeem tampak terkejut melihat sambutan yang diterimanya. Sebagian pendukung membawa spanduk dan menggunakan baju kaos berwarna hitam dengan tulisan #SaveHakeem.

Senin lalu, pejabat berwenang Thailand mengatakan bahwa mereka membebaskan Hakeem karena Bahrain tidak lagi menuntut ekstradisi.

Kementrian Luar Negeri Bahrain menegaskan bahwa meski proses ektradisi berakhir, tuduhan terhadap Hakeem masih tetap berlaku.

“Kerajaan Bahrain menegaskan tentang hak untuk mengejar seluruh upaya hukum terhadap Mr al-Araibi,” demikian pernyataan Kemenlu Bahrain. (m15/ant/bbc)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here