Pelemahan Rupiah Disebabkan Faktor Eksternal

0
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah

JAKARTA (Waspada ): Pelemahan Rupiah kelevel Rp 14.017,5 per USD (Senin, 11/2) atau turun -0,45 persen dari penutupan akhir pekan kemarin pada Rp 13.955 per USD, disebakan faktor eksternal.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan ini bukan karena pengaruh defisit transaksi berjalan 2018 yang melebar pada level 2,98 persen, melainkan karena faktor eksternal.

“Pelemahan lebih karena risk off dan flightto quality masih mewarnai pasar keuangang lobal, terutama kekhawatiran atas terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global setelah rilis data Industrial Production Italia dan Prancis periode Desember 2018 mengalami kontraksi sehingga menguatkan kemungkinan pemburukan ekonomi Eurozone,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/2).

Selain itu, lanjutnya, risk off global juga dipengaruhi kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap hasil pembicaraan kompromi antara AS dan Tiongkok. Sebab kedua belah pihak dikhawatirkan pasar tidak akan menemui kesepakatan lebih lanjut sampai dengan batas waktu 90 hari yang disepakati.

“Hal-hal tersebut juga diperkuat pernyataan Presiden Trump yang belum akan menemui Presiden Xi Jinping hingga deadline pada 1 Maret 2019,” tambah dia.

Menurutnya, risk off di pasar keuangan global membuat indeks saham dunia melemah dan terjadi aksi flight to quality,sehingga membuat yield sovereign bond negara utama mengalami penurunan.

“Kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa dan kegagalan trade talk antara AS dengan Tiongkok juga membuat dolar AS berlanjut menguat terhadap nilai mata uang negara-negara G10 dan sebagian Negara berkembang,” tutur Nanang. (j03/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here