Perkuat Kelistrikan Di Taput, PLTMH Batang Toru 3 Mulai Dibangun

0
BUPATI Taput bersama GM PT PLN UIW Sumut, Dirut PT Berkah Alam Lestasi Energi Djani Sutedja dan Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia foto bersama usai meresmikan pembangunan PLTMH Batang Toru 3, di Desa Simasom, Pahae Julu, Taput, Senin (11/2). Waspada/Ist
BUPATI Taput bersama GM PT PLN UIW Sumut, Dirut PT Berkah Alam Lestasi Energi Djani Sutedja dan Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia foto bersama usai meresmikan pembangunan PLTMH Batang Toru 3, di Desa Simasom, Pahae Julu, Taput, Senin (11/2). Waspada/Ist

PAHAE JULU (Waspada): Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) Batang Toru 3 berkapasitas 2×5 MW yang memanfaatkan potensi energi baru terbarukan Sungai Batang Toru di Desa Simasom, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara mulai dibangun. Diharapkan PLTMH ini memperkuat kelistrikan lokal (Taput) atau melistriki semua wilayah di Taput.

Pembangunan ini, ditandai dengan peresmian dimulainya pembangunan PLTMH Batang Toru 3 berkapasitas 2×5 MW oleh Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut Feby Joko Priharto, Dirut PT Berkah Alam Lestasi Energi Djani Sutedja dan Iman Rehadsyah dari Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia (Persero), di Desa Simasom, Pahae Julu, Taput, Senin (11/2).

Dirut PT Berkah Alam Lestasi Energi Djani Sutedja mengatakan, kehadiran PLTMH Batang Toru 3 itu untuk mewujudkan upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi lewat program pembangunan 35.000 MW pembangkit listrik, yang antara lain memanfaatkam potensi energi baru terbarukan.

Dia mengatakan, masa konstruksi pembangkit itu ditarget antara 17 – 24 bulan, yang dikerjakan kontraktor PT Barata Indonesia (Persero). Sehingga diharapkan PLTMH Batang Toru 3 bisa beroperasi dalam dua tahun ke depan.

Dikatakan progres pembangunan sejauh ini antara lain pembukaan jalan, pembangunan akses menuju bendung dan power house. “Nah dalam masa konstruksi pembangkit ini, tentu kami sangat membutuhkan dukungan nyata masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto menyebutkan, kehadiran PLTMH Batang Toru itu nantinya diharapkan memperkuat kelistrikan lokal (Taput) atau melistriki semua wilayah Taput. Diharapkan juga daya listrik dari pembangkit itu semakin memperkuat layanan PLN kepada masyarakat.

Dikatakannya, PLN dan Pemerintah terus berupaya memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, serta menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable.

Walaupun listrik saat ini surplus di Sumut, konversi energi menjadi energi yang ramah lingkungan menjadi sangat penting bagi PLN untuk dapat mendukung “kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan” seperti salah satu misi PLN dalam menjalankan roda perusahaan.

“Untuk itu, Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, aliran air, panas bumi, sinar matahari, angin, arus laut dan biomassa, ini sudah sepatutnya kami jadikan priortias utama kami dalam memajukan teknologi ramah lingkungan dalam menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bupati Taput Nikson Nababan mendukung penuh dimulainya pembangunan konstruksi PLTMH Batang Toru 3 tersebut. Namun Nikson Nababan mengharapkan realisasi pembangunannya bisa dalam satu tahun.

Sebab dengan segera beroperasinya pembangkit tersebut, akan mendukung usaha-usaha ekonomi mikro, kecil dan menengah masyarakat Taput serta akan turut menggiatkan investasi dan pariwisata di Taput.

Oleh karena itu, Nikson Nababan mengimbau masyarakat Pahae Julu khususnya Desa Simasom dan Simasom Toruan agar tidak menjadi penghambat atau sebaliknya harus mendukung pembangunan PLTMH Batang Toru 3.

“Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan kepada pemilik PLTMH ini, silahkan lewat kades, camat dan juga langsung ke saya. Kita akan sampaikan dengan baik. Tapi hal-hal keinginan itu tentunya yang rasional lah, jangan malah memberatkan, sebab saat ini pun masih memulai tahap konstruksi, belum beroperasi,” kata Nikson. (m41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here