UT Jadi Acuan Pengelolaan Pendidikan Berbasis Internet 

0

TANGSEL(Waspada): Sebanyak 150 anggota Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (DPN AFEBI) mendatangi kampus Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/2). Rombongan yang berasal dari 73 PTN seluruh Indonesia ini akan belajar kepada UT tentang teknik pengelolaam pembelajaran online yang dijalani UT.

“Kami harus belajar kepada UT tentang bagaimana pengelolaan pendidikan berbasis online yang mendukung pembelajaran jarak jauh di UT selama ini. Hal ini akan menambah wawawan kami,” kata Ketua DPN AFEBI yang merupakan dekan fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Suharmono.

Dikatakan Suharmono, pembelajaran online menjadi fokus kinerja pemerintah. Selain mengikuti perkembangan jaman dan arus generasi milenial, pembelajaran berbasis online juga dipastikan mampu menciptakan akses lebih besar pada dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke UT, anggota AFEBI mendatangi sejumlah unit pengelolaan belajar jarak jauh lewat online yang diselenggaralan UT.

Rektor UT Ojat Darojat mengatakan, selama 34 tahun UT melakukan pembelajaran jarak jauh di seluruh Indonesia. Sejak era online merambah sistem pendidikan Indonesia, UT juga menjalankan pembelajaran jarak jauh berbasis internet. Lewat infrastruktur yang mumpuni dan tersebar sampai di seluruh Indonesia, UT telah mampu menjangkau pendidikan tinggi sampai ke pelosok desa.

“Lewat unit program belajar jarak jauh atau disingkat UPBJJ yang ada di 39 wilayah, bahkan sampai di beberapa negara, UT berjalan menyongsong pendidikan berbasis online,” kata Ojat.

Ojat sendiri sangat menghargai keinginan sesama PTN untuk menambah wawasan bidang pengelolaan online learning. Bahkan UT berharap akan terus terbangun kerjasama dalam bidang pengembangan bahan ajar bidang ekonomi dan bisnis.

UT sendiri tengah bekerja keras untuk meraih target 1 juta mahasiswa. Saat ini jumlah mahasiswa UT sebanyak 360 ribu jiwa. Tujuannya adalah menambah Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang saat ini berada di angka 34 persen. Online learning adalah cara yang paling masuk akal untuk menambah akses pendidikan tinggi.

“Tahun ini Insya Allah UT bisa meraih 500 ribu mahasiswa lewat pendaftaran yang tidak pernah ditutup,” kata Ojat. (dianw/C).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here