1.904 Penerbangan Cancel

1
BANDARA KUALANAMU SEPI PENUMPANG: Petugas layanan check-in penumpang beraktivitas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang,Rabu (13/2). Kondisi sepi penumpang dalam beberapa pekan terakhir di bandara tersebut karena faktor mahalnya harga tiket dan pemberlakuan bagasiberbayar yang telah diterapkan oleh sejumlah maskapai. (ant )
BANDARA KUALANAMU SEPI PENUMPANG: Petugas layanan check-in penumpang beraktivitas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang,Rabu (13/2). Kondisi sepi penumpang dalam beberapa pekan terakhir di bandara tersebut karena faktor mahalnya harga tiket dan pemberlakuan bagasiberbayar yang telah diterapkan oleh sejumlah maskapai. (ant )

DELISERDANG (Waspada) : Arus calon penumpang di terminal Kualanamu International Airport (KNIA) hingga Rabu (13/2) masih sepi. Harga tiket yang mahal ditambah lagi bagasi berbayar pada airlines low cost carrier (LCC) menjadi salah satu faktor sepinya penumpang.

Informasi dihimpun Waspada, sepinya calon penumpang sudah terjadi sejak sebulan terakhir ini. Area counter check-in tiket yang selama ini ramai calon penumpang juga terlihat kosong.

Dampak dari sepinya penumpang di KNIA tidak hanya menyebabkan menurunnya omset PT. Angkasa Pura II Kualanamu selaku pengelola tapi arus perekonomian terutama pelaku UKM dan jual oleh-oleh,wrapping bagasi juga terkena dampaknya.

Demikian jugaagen tiket, menurun drastic penjualan hingga 70 persen lebih. Berdasarkan data diperoleh Waspada sepanjang Januari 2019 terjadi penurunan penumpang sebesar 189.762 penumpang atau 19,9 persen.

Dan jumlah penerbangan juga mengalami penurunan sebesar 1.734 penerbangan atau 23,6 persen jika dibanding Januari 2018. Branch Communication and Legal Manager PT. Angkasa Pura II Kualanamu Wisnu Budi Setianto yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

“Benar memang penumpang sepi. Kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar jadi salah satu penyebab penurunan jumlah penumpang,” katanya.

Wisnu juga menyebut selama Januari 2019, penerbangan yang mengalami pembatalan (cancel) sebanyak 1.904 penerbangan. Tapi, Wisnu membantah kalau pembatalan penerbangan disebabkan pada sepinya penumpang.

“Jadi, memang selama Januari 1.904 penerbangan batal terbang dikarenakan lebih didominasi alasan operasional dari masing-masing airlines,” paparnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otband) Wilayah II Medan Bintang Hidayat menyatakan, sepinya penumpang lebih dikarenakan musim sepi penumpang (low season). Terkait mahalnya harga tiket pesawat, menurutnya airlines di KNIA belum melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah.

Artinya masih dalam tahap batas yang ditentukan. Sejumlah calon penumpang sangat menyesalkan masih mahalnya harga tiket di KNIA. “Lho, katanya musim sepi penumpang masak harga tiket ke Jakarta Rp 1,8 juta. Belum lagi termasuk membeli bagasi,” kata Ruslan, 43, dan Charles, 41.

Kedua calon penumpang asal Kota Medan berharap mahalnya harga tiket itu bisa dievaluasi. Kondisi saat ini, lanjutnya,memang sangat memprihatinkan. Soalnya, dulu Lion Air yang didominasi masyarakat menengah ke bawah karena tiket murahnya atau di kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 800 ribu rute KNO – Cengkareng, Jakarta.

Kini harga itu tidak ada lagi. Bahkan saat ini, harga sudah naik dua kali lipat lebih. “Mana yang namanya pesawat berbiaya murah itu (LCC), kok ke Jakarta saja Rp1,8 juta,” cetusnya.

Pantauan Waspada, sejumlah kounter check-in tiket KNIA tampak sepi. Masih beruntung saat itu ada jadwal pemberangkatan jamaah umrah Saudia. Sehingga tampak sedikit ramai karena hadirnya keluarga yang mengantar. (cir/K)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here