Pakar Pertanian USU Sosialisasikan Pertanian Organik

1
Prof. Abdul Rauf sedang memberikan arahan kepada Koptan Muni Desa Dusun Patok Besi Desa Aek Korsik Kec. Aek Kuo Labura tentang Manajemen Pertanian Organik

MEDAN (Waspada): Pakar Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Abdul Rauf dan tim melakukan sosialisasi pertanian organik kepada Kelompok Tani (Koptan) Murni Dusun IV Patok Besi Desa Aek Korsik Kecamatan Aek Kuo Kab. Labuhanbatu Utara, Rabu (13/2). Sosialisasi dilakukan atas permintaan pengurus koptan Murni terkait dengan melimpahnya produksi limbah ternak terutama pupuk kandang sapi dan kambing/domba.

“Di Dusun kami saja terdapat sedikitnya 900 ekor sapi milik warga yang selama ini pupuk kandangnya tidak dimanfaatkan,” kata Sekretaris Koptan Murni, M. Tohir Siregar.

Justru selama ini pupuk kandang tersebut dicampur tandan kosong kelapa sawit (tankos) kemudian dibakar dijadikan abu yang digunakan untuk pupuk. Hal ini yang menurut Prof. Abdul Rauf, yang juga sebagai Rektor UNUSU, merupakan suatu tindakan yang salah, selain sebagian besar unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang dan tankos itu hilang, bahan itu bukan lagi sebagai bahan organik, sehingga tidak akan berfungsi baik sebagai pembenah tanah (soil amandement).

“Pupuk kandang seharusnya diberikan dalam bentuk bahan yang sudah melapuk (matang) yang proses pematangannya dapat dipercepat dengan pemberian mikro organisme lokal (MOL). MOL dapat dibuat sendiri dengan mudah yaitu dengan melarutkan isi usus ayam ke dalam larutan blenderan buah-buahan busuk yang setelah dibiarkan selama lebih kurang 3 hari kemudian disemprotkan ke pupuk kandang segar tersebut. Sekitar 1 bulan pupuk kandangnya sudah bisa diapikasikan, ” lanjut Prof. Abdul Rauf yang juga selaku Dosen Konservasi Tanah dan Air Fakultas Pertanian USU ini.

“Pupuk kandang yang sudah jadi, berikan ke dalam tanah dengan cara membenamkan sedalam 15-20 cm (untuk tanaman semusim) dengan dosis 25 ton/hektar/tahun atau 1 ton/rante/tahun. Bila diaplikasikan ke pohon kelapa sawit berikan sekitar 185 kg/pohon/tahun. Apabila penggunaan pupuk kandang dengan dosis sebanyak ini rutin dilakukan, maka pemupukan pabrik (an-organik) tidak diperlukan lagi. Dengan begitu, pada saatnya hasil tanaman yang diperlakukan dengan cara ini menjadi bersifat organik atau sistem pertanian organik,” pungkas Prof. Rauf.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here