Wakapoldasu: Mahasiswa Berperan Pilih Pemimpin Bangsa

1
Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menunjukkan tandatangan deklarasi Pemilu Damai 2019 usai kuliah umum di USU. Waspada/Ist
Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menunjukkan tandatangan deklarasi Pemilu Damai 2019 usai kuliah umum di USU. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada ): Wakapoldasu mengatakan, mahasiswa sangat berperan besar untuk memilih pemimpin Bangsa Indonesia untuk lima tahun kedepan jadi lebih baik lagi.

“Tentunya mahasiswa memiliki peran yang banyak karena kita tahu bahwasannya mahasiswa dengan semangat yang membara ini apalagi mereka sebagai pemilih pemula, sehingga kita harapkan mereka ini memilih pasangan presiden sampai ke wakil rakyat dengan cerdas,” kata Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto usai jadi pembicara mata kuliah umum tentang Pemilu Damai 2019 di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (13/2).

Dikatakan, pihak kepolisian berharap para mahasiswa tidak terpengaruh dengan informasi hoax. Pasalnya, kabar hoax dapat merusak situasi aman yang sudah tercipta di Sumut. “Dan tentunya tidak terpengaruh dengan isu-isu hoax yang selama ini banyak bergulir di masyarakat,” jelasnya.

Dengan dibentuknya satgas anti hoax mahasiswa USU, ini menandakan kalau mahasiswa sudah mengerti, saat ini banyak informasi atau berita hoax.“Salah satunya dengan mereka membentuk satgas anti hoax itu berarti kita menganggap mahasiswa sudah mengerti bahwasannya informasi yang bergulir itu banyak informasi-informasi yang bohong dan fitnah,” jelas Mardiaz.

Menurutnya, saat ini ada beberapa cara calon presiden maupun legeslatif melakukan kampanye. ”Kita ketahui dalam kampanye ini adalah positif campaign dimana kita mengharapkan para pasangan calon mengkampanyekan program-programnya.

Ada juga negative campaign bagaimana menjelekan pasangan calon lain dengan fakta-fakta yang ada, memang jelek. Ada juga fitnah, blackcampaign fakta-fakta yang tidak ada dianggap ada dan menjelekan pasangan yang lain,” jelas Mardiaz.

Dengan bergulirnya kampanye saat ini, Mardiaz sendiri berharap seluruh calon presiden dan legeslatif menyampaikan kampanye secara positif. “Menyampaikan positif campaign,menyampaikan kampanye-kampanye tentang program-program yang akan dilakukan-nya,” sebutnya.

Untuk itu, dihimbau kepada mahasiswa maupun masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoax. Pasalnya,  polisi tidak segan-segan menindak pelaku yang menyebarkan beritabohong. Saya rasa bukan hanya untuk mahasiswa saja himbauan-nya, tapi juga kepada masyarakat.

Sudah banyak kita tangkap dan proses penyidikan terhadap pelaku yang menyebarkan berita hoax. “Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata mereka juga tidak tahu dari mana asal berita tersebut dan mereka menganggap sudah tahu kalau berita itu tidak benar,” jelasnya.

Sebagai pembicara mata kuliah umum, ia juga menyampaikan tentamg situasi Kamtibmas di Sumut. Dimana, dengan bergulirnya situasi kampanye yang mulai memanas, Poldasu dan jajaran Polres telah melakukan kegiatan-kegiatan positif.

“Kita menciptakan suasana damai di tengah masyarakat,kita melakukan kegiatan-kegiatan sepakbola, catur, lombakicau burung dan lain sebagainya. Ini cara polisi untuk menciptakan situasi damai. Ini menghindari suasana saat ini yang mulai memanas,” kata Mardiaz.

Kemudian ia menyampaikan data kejahatan 2017-2018terjadi penurunan. Ini tandanya, stakeholder telah bekerja sama untuk menciptakan situasi Kamtibmas.Dia juga membahas kalau,Bangsa Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya,agama dan bahasa.

“Indonesia masih bersatu karena semangat pemuda dan proklamasi. Indonesia adalah Negara besar dengan keberagaman yang luar biasa memiliki ratusan suku, budaya bahasa dan agama,” ujarnya. (m39/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here