Petani Jeruk Menjerit

1
Buah jeruk milik R. Barus warga Kec. Barusjahe lebih banyak berada di bawah ketimbang di atas pokok, akibat diserang hama lalat buah. Ia masih mempertahankan buah jeruknya karena belum ada yang menawar harga.
Buah jeruk milik R. Barus warga Kec. Barusjahe lebih banyak berada di bawah ketimbang di atas pokok, akibat diserang hama lalat buah. Ia masih mempertahankan buah jeruknya karena belum ada yang menawar harga.

TANAH KARO (Waspada): Petani jeruk manis di Kabupaten Karo menjerit akibat harga jual di tingkat petani terus merosot hingga ke harga yang terendah Rp 1.000 per kilo gram ukuran besar. Ironisnya lagi, hama lalat buahpun menyerang yang mengakibatkan buah jatuh.

Padahal sebulan yang lalu, harga jual jeruk ukuran besar di kalangan petani masih mencapai Rp 4.000 per kilo gram. Rendahnya harga jual jeruk saat ini dipengaruhi permintaan pasar dan ketidak percayaan pembeli terhadap kwalitas jeruk yang rentan busuk akibat diserang hama lalat buah sebelum panen.

Tidak dapat dipungkiri, kalau hampir setiap buah jeruk pernah dihinggapi lalat buah dan setiap lalat buah singgah. Soalnya, buah jeruk yang sudah pecah warna, paling digandrungi hama lalat buah untuk dijadikan media bertelur.

J. Sitepu 42 warga Berastagi kepada Waspada, Selasa (19/2) mengaku sebagai pedagang jeruk ke luar kabupaten Karo merasa bingung dengan situasi harga jeruk saat ini. Pasalnya, harga jeruk yang dibelinya di sekitar Seribudolok dan Dairi harganya lebih tinggi walaupun ukuran sama besar dengan yang ada di Karo.

Dari pengalamannya berdagang, buah jeruk yang dibelinya dari Karo tetap lebih tahan lama dibanding dari luar Kabupaten Karo, namun persentase yang terkena serangan hama lalat buah yang menyebabkan jeruk berair dan busuk, lebih banyak pula dari Karo, tetapi rasa tetap unggul jeruk Berastagi, katanya.

Kalau pemerintah Kabupaten ingin petani jeruk Karo kembali gemilang seperti pada masanya dulu, Dinas Pertanian harus fokus membina petani, bukan mengalahkan petani pada sisi argumen dan andalkan alasan klasik yang menyebutkan petani jeruk bandel tidak mau membasmi hama lalat buah secara serentak, sebut Sitepu.

R. Barus 60 warga Barusjahe dan Toni Ginting warga Tigapanah kepada Waspada secara terpisah membenarkan pada musim buah jeruk kali ini harga tidak memihak petani, bahkan petani jeruk cenderung merugi. Sebab selain harga jual rendah, buah jeruk diserang hama lalat buah menjadikannya tak laku dijual.

Padahal sistem pengendalian hama lalat buah menurut para petani sudah dilakukan dengan maksimal, baik digunakan melalui semprot maupun dipasang lem. Mereka yakin pada panen raya jeruk musim ini akan merugi dan terancam gulung tikar. Parahnya lagi, modal yang dipinjam ke bank oleh petani bakal tidak tertutupi, sebutnya. (cpn
Waspada/Panitra Nedy

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here