Warnet Dibatasi Sampai Jam 10 Malam

1
WALI Kota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Forkopinda menjelaskan batasan jam operasional warnet. (Waspada/Sukri Falah Harahap)
WALI Kota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Forkopinda menjelaskan batasan jam operasional warnet. (Waspada/Sukri Falah Harahap)

P.SIDIMPUAN (Waspada): Pemerintah Kota dan Kepolisian Resort (Polres) Padangsidimpuan memberlakukan pembatasan masa operasional harian bagi seluruh warung internet (warnet) di kota itu, cukup sampai pukul 22:00 atau jam 10 malam.

“Pembatasan bertujuan menjaga kondusifitas Kamtibmas dan penyelamatan masa depan generasi muda Kota Padangsidimpuan,” kata Wali Kota Irsan Efendi Nasution dan Kapolres AKBP Hilman Wijaya didampingi Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Novrizal dan Danyon 123 Rajawali Letkol Inf, Roy Chandra Sihombing, Senin (18/2).

Pembatasan jam operasional warnet ini baru berbentuk kesepakatan bersama antara Wali Kota dan Kapolres Padangsidimpuan. Diputuskan pada saat mediasi pertikaian antar warga Kelurahan Pijorkoling dengan Desa Manunggang Julu di kantor Camat Sidimpuan Tenggara.

Berawal dari pernyataan tokoh masyarakat Pijorkoling yang menyebut tindak kriminal generasi muda berupa pencurian dan jambret semakin meningkat. Pemicunya antara lain adalah agar bisa mendapatkan uang untuk main di warnet.

Melalui kesempatan itu, para orangtua dari Pijorkoling dan Manunggang Julu meminta Wali Kota dan Kapolres membatasi jam operasional warnet. Karena kebanyakan buka sampai 24 jam dan diisi generasi muda.

“Hal ini langsung kami koordinasikan bersama pak Kapolres, pak Dandim dan pak Danyon. Demi kebaikan generasi muda kita, kami sudah putuskan untuk membatasi operasional warnet di seluruh Kota Padangsidimpuan cukup sampai pukul 22:00 atau jam 10 malam. Mulai Selasa (19/2), personil Polres dan Satpol PP akan datangi setiap Warnet,” kata Irsan.

Pada kesempatan itu juga Wali Kota Padangsidimpuan perintahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Islahuddin Nasution untuk membuat rancangan peraturannya, dan dalam waktu sesegara mungkin dijadikan Peraturan Wali Kota (Perwal).

Sementara Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilma Wijaya segera membentuk tim untuk bergabung dengan Satpol PP, guna penertiban masa operasional Warnet. Penertiban ini, katanya, juga sangat mendukung terciptanya Kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu.

“Benar, kita sudah banyak menangani tindak kriminal berupa pencurian dan penjambretan yang melibatkan anak-anak remaja sebagai tersangkanya. Hasil penyidikan, banyak dari tersangka mengaku melakukannya dengan tujuan agar bisa mendapatkan uang untuk main di Warnet,” jelas AKBP Hilman.

Atas keputusan ini, Wali Kota dan Kapolres berharap dukungan masyarakat, khususnya para orangtua yang memiliki anak remaja. Kemudian mengimbau seluruh warga Kota Padangsidimpuan bersama-sama menjaga keamanan dan mensukseskan Pemilu serentak tahun 2019 ini. (a27)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here