Polisi Periksa 7 Saksi Pembunuh Janda Tindak Tegas Cafe Liar Mudharat

1

DELISERDANG (Waspada): Cafe remang remang yang merusak generasi muda harus ditindak tegas aparat terkait. Selain jadi sumber keributan, juga banyak mudharatnya, tegas H Mahyudin Lubis. Hal ini terkait ditemukannya sesosok mayat janda ber anak dua, Yenita Nasution, 39 di area tanah garapan Batangkuis.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan Yenita Nasution, 39, janda anak 2 yang jasadnya ditemukan di areal lahan garapan Desa Sena, Kec. Batangkuis, Kab. Deliserdang. Sebanyak tujuh saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut.

Kapolsek Batang Kuis AKP Madianta Ginting, Kamis (21/2), mengatakan, yang ditemukan tewas atas nama Yenita Nasution, 39, warga Dusun XV, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan Kab. Deliserdang. Katanya, Dia belum bisa pastikan kalau kasus pembunuhan, dan sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Deliserdang. “Iya ditangani Satreskrim Polres Deliserdang, ini dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Bayu Putra Samara menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sebanyak tujuh orang menjadi saksi dan untuk tersangka belum ada yang ditetapkan. “Masih dalam penyelidikan. Saksi yang diperiksa sudah tujuh orang dan untuk tersangka belum ada yang ditetapkan,” kilahnya.

Sedangkan terkait tewasnya Yenita, Penasehat Ikatan Da’i IndonesiaI (IKADI)  Kab. Deliserdang H Mahyuddin Lubis angkat bicara dengan memberikan komentarnya yang meminta agar seluruh cafe yang ada di sekitar lokasi segera ditutup karena, selain tidak memiliki izin juga lebih banyak mudharatnya dan merusak mental masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita minta aparat terkait untuk menutup segera cafe remang-remang yang ada. Karena keberadaannya bisa merusak mental masyarakat, khususnya generasi muda,” tegas Mahyuddin. Sementara pemberitaan sebelumnya, Yenita ditemukan tewas mengenaskan di dekat rel Kereta Api di areal lahan garapan Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Rabu (20/2) sekira pukul 02:00.

Informasi yang diperoleh di rumah duka, malam itu korban beranjak dari rumahnya untuk bekerja sebagai karyawan cafe di areal lahah garapan yang tidak jauh dari lokasi yang ditemukan Jasad Yenita Nasution, 39, janda anak 2.

Selanjutnya jasadnya pun dievakuasi ke rumahnya di Dusun XV Desa Bandar Klippa sebelum divisum di rumah sakit. Bebasnya cafe remang remang liar ini beroperasi diduga karena memberi imbalan pada pihak kompeten yang tidak perduli dampaknya merusak tatanan masyarakat. Mampukah pihak berwajib bertindak tegas terhadap keberadaan cafe liar ini, akan ditunggu masyarakat. (cel/crul/h04)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here