8 Fiber Belangkas Diamankan

1
RATUSAN belangkas yang akan diselundupkan ke luar negeri. Waspada/Rasudin Sihotang
RATUSAN belangkas yang akan diselundupkan ke luar negeri. Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada): Ratusan ekor hewan dilindungi jenis belangkas diamankan petugas Karantina Ikan dan Satpol Airud Polres Tanjungbalai dari sebuah kapal kargo kayu diduga akan diselundupkan, Jumat (22/2).

Hewan langka tersebut disembunyikan dalam delapan fiber ikan lalu disimpan di lambung kapal tanpa nama bermesin Mitsubishi 4 silinder. Saat diamankan, kapal tengah bersandar di tangkahan Sri Muara, Kel. Betingkuala Kapias, Kec. Teluknibung, Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Polairud, AKP Agung Basuni menjelaskan awalnya Sat Polairud mendapat informasi dari Petugas Karantina Ikan tentang ditemukannya satu unit kapal tanpa nama dan tanpa awak membawa muatan delapan fiber belangkas satwa dilindungi. Selanjutnya KBO Sat Polairud bersama dengan personel dan BKO Dit Polairud bergerak menggunakan Kapal Patroli KP II -2027 dan Speed KP II -200c4 menuju lokasi dan menindak kapal dimaksud.

Setelah diperiksa kata Agung, ditemukan 787 belangkas, 238 masih hidup sedangkan 549 sudah mati, diperkirakan beratnya mencapai tiga ratus kilogram. Selanjutnya belangkas yang masih hidup dilepaskan kembali ke laut, sedangkan yang mati dikembalikan ke pihak Karantina Ikan.

“Untuk barang bukti kapal, masih kita amankan di Mako Satpol Airud sembari menyelidiki pemiliknya,” ujar Agung. Agung menambahkan, kapal tersebut dari informasi masyarakat, bukan milik warga Tanjungbalai melainkan daerah luar. Rencananya kata Agung, belangkas itu akan diekspor secara ilegal ke luar negeri seperti Thailand dan lain sebagainya.

Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelas II Tanjungbalai Asahan, Sondang Sitorus menjelaskan, belangkas merupakan hewan dilindungi sesuai UU No 5 1999 yang diturunkan pada peraturan KLHK No 106. Sehingga hewan eksotis ini katanya tidak boleh ditangkap atau diperjual belikan. “Apa tujuan kita? untuk melestarikan sumber daya alam dari kepenuhan,” ujar Sondang. (a32)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here