120 Peneliti Muda Bersaing di Ajang ISPO

1

TANGSEL (Waspada): Sebanyak 120 kelompok peneltian dari 112 SMA dari seluruh Indonesia bersama-sama unjuk kebolehan dalam bidang penelitian di ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) yang digelar Sekolah Kharisma Bangsa dan Eduversal. Pembukaan dilakukaan Presiden ISPO, Prof Dr Ir Riri Fitri Sari di Sekolah Kharisma BangsaTangerang Selatan, Banten, Jumat (22/2). Hadir dalam acara itu Presiden Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI), Liliana Muliastuti dan segenap pimpinan Sekolah Kharisma Bangsa. 

Dalam sambutannya, Riri Fitri mengatakan budaya meneliti harus dipupuk sejak dini. Rasa ingin tahu akan terus berkembang dan menjadi semakin baik lewat dukungan orang tua dan guru.

“Di sekolah, guru harus mendorong siswa agar memiliki budaya meneliti. Guru harus mampu mengenali apakah siswanya memiliki kemampuan meneliti dan berupaya untuk membantunya menjalankan penelitian kecil,”ujar Riri.

Riri juga menimbau agar sekolah memberi ruang gerak yang memadai bagi iklim penelitian di sekolah. Dia menjelaskan bahwa budaya meneliti merupakan bagian dari pembentukan karakter dan budaya. Lewat penelitian, para siswa dibiasakan disiplin, tidak mudah menyerah dan terus berpikir dalam menyelesaikan persoalan.

Dalam kesempatan itu Riri memuji langkah panitia yang menggabungkan fua olimpiade, sains dan seni dan Festival Sains dan Budaya (FSB). Di tengah maraknya industri kreatif di dunia, peran seni dan sains sangat urgen.

“Lomba seni dan sains sama-sama meningkatkan minat siswa dalam meneliti dan mengembangkan bakat seninya,” kata Riri.

Ia menjelaskan, khusus untuk ISPO akan diikuti 25 provinsi dengan peserta ada 120 kelompok siswa dari 112 sekolah. “Mereka adalah para finalis yang akan menampilkan proyek-proyek penelitiannya,” katanya.

Tercatat ada enam cabang yang diikuti peserta yaitu lingkungan, teknologi, fisika, kimia, biologi, komputer. Dari enam cabang itu yang paling diminati adalah lingkungan karena lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat.
Dia menambahkan, dengan adanya FSB minat siswa meneliti makin diasah, apalagi banyak jawara ISPO diikutkan dalam olimpiade serupa di Amerika, Belanda, Hongkong, Thailand, Asia Tengah, Afrika, dan Kazakhstan.  (dianw/C).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here