Aksi 222 Membeludak

1
Ratusan umat muslim usai melaksanakan shalat Jumat menggelar aksi dengan membacakan ikrar kesiap siagaan pemilu damai dan kawal Ulama di Jl. Masjid Raya Medan, Jumat (22/2). Waspada/Rizky Rayanda/C
Ratusan umat muslim usai melaksanakan shalat Jumat menggelar aksi dengan membacakan ikrar kesiap siagaan pemilu damai dan kawal Ulama di Jl. Masjid Raya Medan, Jumat (22/2). Waspada/Rizky Rayanda/C

MEDAN (Waspada) : Massa aksi Apel Siaga 222 Melawan Kriminalisasi dan Kecurangan serta Ikrar Kesiapsiagaan Pemilu Damai dan Kawal Ulama yang diadakan oleh Aliansi Umat Islam Bersatu di Jl. Masjid Raya depan Masjid Raya Medan, Jumat (22/2), membeludak serta berlangsung tertib dan damai.

Pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Pusat Ustad Ahmad Shobri Lubis dalam pidatonya menegaskan, semangat aksi 212 harus tetap menggelora dalam setiap hati umat Islam di seluruh Indonesia.

Ustad Shobri menilai, pemerintah sekarang ini tidak bisalagi menegakkan keadilan. Nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa sudah hilang. Bahkan, sejumlah ulama banyak yang mendapat kriminalisasi termasuk di antaranya Imam Besar Habib Riziq Sihab.

“Pemerintahan sekarang ini tidak mampu menegakkan keadilan. Nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa sudah hilang. Penista Agama Islam masih berseliweran, sebaliknya ,sejumlah ulama dan tokoh Islam mendapat tindakan kriminalisasi dan mendekam dalam penjara,” teriak Ustad Ahmad Shobri Lubis di depan umat Islam yang membeludak.

Apel Siaga 222 Melawan Kriminalisasi Ulama, Kecurangan dan Kawal Pemilu itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama Islam dan aktivis Ornas Islam seperti Ketua GNPF Ulama Sumut Ustadz Heriansyah,Ketua Forum Umat Islam Sumut Ustad Indra Suheri MA, Anggota Komisi III DPR RI Ustadz Muhammad Raden Syafii (Romo), Legislator/Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Ustadzah Roni dan Ketua Jaringan Pemuda Remaja Masjid (JPRMI) Kota Medan Ahmad Rosadi Rangkuti.

Kata Shobri, sejatinya sejak agama Islam datang untuk menegakkan keadilan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan perjalanan waktu dan terjadinya perubahan, membuat segala sesuatunya berubah drastis.

Rasa keadilan sangat sulit diperoleh sekarang di negeri ini.“Lihat saja para pelaku penista agama yang telah dilapor umat Islam kepada pihak yang berwajib, namun tidak ada tindak lanjutnya, bahkan para penista agama Islam tersebut masih tenang-tenang saja tanpa ada tindakan hukum,” kata Shobri sembari menyebutkan satu persatu nama para penista agama tersebut.

Sebaliknya, kata dia, para ulama, tokoh Islam dan aktivis yang mengkritik kebijakan pemerintah dan pasangan calon presiden tertentu langsung diperiksa, bahkan dipenjarakan.

Oleh sebab itu, semangat aksi 212 harus tetap dipelihara dan digelorakan demi spirit umat Islam, tidak boleh pudar demi menjaga agama Islam serta menolak kriminalisasi terhadap ulama.

“Oleh sebab itu, seluruh umat Islam harus bersatu. Tolak kriminalisasi terhadap ulama dan jangan takut menyuarakan kebenaran,” tutur Shobri yang disambut dengan teriakan takbir..takbir..takbir.

Sementara itu, Ustad Indra Suheri mengatakan, umat Islam yang datang pada Apel Siaga 222 tersebut hadir karena kekuatan iman yang dimiliki.

“Meski sekarang ini umat Islam kena tudingan berlapis-lapis namun kita tetap hadir disini. Kita harus memilih pemimpin yang tepat karena memilih pemimpin adalah prinsip umat Islam,” ujarnya. Indra Suheri mengingatkan,bahwa ulama harus menjadi umaroh dan harus merangkap ulama.

Sedangkan Ustad Muhammad  Raden Syafii yang akrab dipanggil Romo saat membacakan ikrar kesiapsiagaan Pemilu Damai – Kawal Ulama dan Waspadai Kecurangan menegaskan, umat Islam siap mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 agar terlaksana secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta adil.  Akan melawan segala yang berencana berbuat kecurangan demi kejayaan Bangsa Indonesia dan kedaulatan NKRI.

“Kami siap mengawal para ulama, tokoh dan seluruh umat Islam serta elemen Bangsa Indonesia untuk tetap istiqomah dan melawan segala macam bentuk ancaman, kriminalisasi,intimidasi, dan tekanan lainnya dari pihak manapun,” katat Romo.

Pada butir lain ikrar itu juga disebutkan,” kami  mengingatkan aparatur negara, pemerin-tah dan perangkat daerah untuk tidak melewati garis batas netralitas, serta tidak menjadi corong kampanye oleh pihak manapun,serta siap menjaga persatuan kaum muslimin dan siap mengikuti komando ulama.

Pantauan Waspada, apel siaga dan ikrar 222 itu dilaksanakan usai shalat Jumat  di Masjid Raya Medan. umat Islam dari berbagai elemen terlihat begitu semangat mendengarkan orasi dari sejumlah tokoh dan ulama Kota Medan dan Jakarta. (h04/K)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here