Jarang Minum Air Putih,  Batu Ginjal Mengancam 

0

JAKARTA (Waspada): Gaya hidup dan pola makan diperkirakan menjadi pemicu utama meningkatnya kasus batu ginjal di Indonesia. Batu ginjal atau sumbatan pada saluran kemih yang didiamkan saja,  berpotensi menyebabkan penyakit gagal ginjal.

Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring cairan dan membuang zat-zat sisa dalam darah dalam bentuk urine melalui saluran kemih. Zat sisa berlebih (seperti kalsium dan asam urat) dalam urine dapat menjadi endapan kristal yang menumpuk dan mengeras sehingga membentuk batu ginjal.

“Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih yang sering terjadi dengan prevalensi mendekati 20% dan terjadi pada usia produktif (20-50 tahun),” jelas dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Charles Martamba Hutasoit, Sp.U dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (22/2).

Seperti halnya penyakit kritis lainnya, batu ginjal sering tidak menimbulkan gejala khusus. Gejala batu ginjal adalah pegal atau nyeri pinggang yang hilang timbul dan gangguan berkemih (nyeri berkemih, anyang-anyangan, dan urine keruh atau kemerahan).

Lantas faktor apa saja yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami risiko terkena batu ginjal? Charles menyebut beberapa, yakni  kurangnya asupan cairan, tinggal dan bekerja di daerah panas, asupan kalsium atau garam yang berlebihan, kurang gerak (imobilisasi), obesitas, memiliki riwayat batu ginjal sebelumnya, dan asam urat tinggi.

Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Marto Sugiono, Sp.U menambahkan perlu diwaspadai apabila terlambat ditangani, batu ginjal dapat membesar dan menyumbat aliran urine sehingga menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat permanen. Selain itu, obat-obatan yang diklaim dapat menghancurkan batu ginjal tidak dapat digunakan apabila batu ginjal berukuran lebih dari 5mm.

“Kadang batu ginjal bisa terus berkembang sampai di atas 5 mm kalau tidak segera ditangani. Dan itu bisa membuat urine tidak keluar dan mengendap di kandung kemih. Akibatnya fungsi ginjal terganggu dan menjadi gagal,” kata Marto.

Ditambahkan Charles, penggunaan obat-obatan alami seperti daun kumis kucing atau biji pecah beling memang dapat dilakukan jika batu berukuran di bawah 5 mm. Tetapi untuk pencegahan sebaiknya banyaklah minum air putih.

“Sehari minimal minum air putih 2 atau 3 liter itu sangat baik. Akan sangat membantu saluran kemih bekerja lebih baik,” kata Charles.

Saat ini metode pengobatan batu saluran kemih sudah semakin canggih. Setelah minimal invasi dengan laser, kini batu saluran kemih bisa dihilangkan lewat metode non invasi alias tanpa operasi.  Metode itu disebut Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

ESWL merupakan tindakan non-invasif (tanpa pembedahan) untuk menghancurkan batu ginjal. Dengan menggunakan gelombang suara kejut (bukan laser), batu ginjal dihancurkan menjadi butiran kecil sehingga dapat keluar secara alami melalui saluran kencing.

“Sebagai salah satu rumah sakit yang fokus pada pelayanan urologi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki fasilitas ESWL sejak lama,” imbuh Charles Martamba Hutasoit.

Dari sisi harga, operasi ESWL relatif terjangkau. Tidak lebih dari Rp10 juta. Layanan BPJS di Siloam Kebun Jeruk juga tersedia.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum prosedur ESWL adalah puasa makanan dan minuman setidaknya 4-6 jam, mengonsumsi makanan yang mudah dicerna selama 1-2 hari sebelumnya agar tidak ada makanan yang tersisa pada usus, dan menghentikan konsumsi obat pengencer darah selama 7-10 hari sesuai dengan instruksi dokter. Prosedur ini hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam dan tidak memerlukan pembiusan. Pasien akan diminta untuk berbaring dengan posisi tertentu agar batu ginjal dapat ditemukan dengan menggunakan USG (ultrasonografi) dan sinar-X, sehingga gelombang suara kejut dapat difokuskan pada batu ginjal. Setelah prosedur selesai dilakukan, pasien akan diminta untuk meminum banyak cairan untuk membilas keluar sisa-sisa batu ginjal yang tersisa.

Dikatakan Charles, ESWL merupakan solusi efektif dengan triple focus yang memiliki daya penghancuran batu ginjal lebih optimal, minimal radiasi, serta hanya menimbulkan sedikit ketidaknyamanan.(dianw/c)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here