Sakit Hati Majikan Dibunuh

1
KAPOLRESTA Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi dan Kasubbag Humas, Ipda M Nur saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh. Waspada/Gitorolies
KAPOLRESTA Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi dan Kasubbag Humas, Ipda M Nur saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh. Waspada/Gitorolies

BANDA ACEH (Waspada): Suami istri pemilik warung nasi pecal yang berada di Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (26/2), sekira pukul 03.30 ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi dan Kasubbag Humas, Ipda M Nur saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh mengatakan, setelah beberapa saat aksi pembunuhan, tim gabungan dari Sat Reskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Ulee Kareng berhasil menangkap pelaku pembunuhan pasutri tersebut.

Pelaku tak lain karyawan di warung korban berinisial IS, 21 warga Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng. Sementara, korban M Nasir, 50, dan Roslinda, 45, warga Kecamatan Ulee Kareng.

“Pelaku ditangkap setengah jam setelah pihak Polsek Ulee Kareng mendapatkan laporan dari keluarga korban. Ia ditangkap di kawasan Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng,” ujarnya.

Kapolresta menjelaskan, pembunuhan itu awalnya diketahui oleh menantu korban, Dani yang mendengar suara kegaduhan dari dalam kamar mertuanya. Ia kemudian mendekat ke kamar korban dan melihat ke dua mertuanya tergeletak di lantai. Dani juga melihat pelakunya yang tak lain karyawan yang bekerja di warung mertuanya.

“Saksi yang merupakan menantu korban saat itu mencoba merebut parang yang dipegang pelaku. Pelaku sempat mengaku bahwa bukan dia yang melakukan dan langsung melarikan diri,” kata Kapolresta.

Ke dua pasutri itu pun sempat dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga korban, namun nyawanya tak tertolong. Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Sat Reskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Ulee Kareng langsung mencari keberadaan pelaku dan menangkapnya.

“Saat diperiksa, pelaku mengaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Pasalnya, pelaku sering dimarahi oleh korban saat bekerja di warungnya. Dalam penangkapan ini diamankan barang bukti sebilah parang, sebilah pisau dapur yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah pisau cutter yang digunakan pelaku untuk membuka pintu kamar korban yang mana sebelumnya memang telah merencanakan pembunuhan korban atas dasar sakit hati tersebut.

Saat ini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan  maksimal hukuman mati.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bersikap semena-mena terhadap karyawannya, begitu pun kepada karyawan jika merasa ada yang tidak benar, laporkan saja bisa bercerita kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa di gampong atau aparat gampong,” imbau Kapolresta Kombes Pol Trisno Riyanto. (Cb01)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here