Enggan Pakai Kaca Mata, Yuki Kato Operasi Lasik

1

JAKARTA (Waspada): Merasa telah lelah menggunakan kacamata sejak duduk di bangku SMP, aktris dan presenter berdarah campuran Indonesia-Jepang, Yuki Anggraini Kato akrab disapa Yuki Kato menjalani tindakan Laser Assisted in Situ Keratomileusis (Lasik) di KMN EyeCare dikawasan Lebak Bulus Jakarta pada 12 Februari 2019.

“Hobi saya membaca buku sejak kecil. Mungkin juga itu yang membuat saya harus pakai kacamata sejak SMP. Minus saya sudah mwndekati tiga dan ada silinder juga,” ujar Yuki dalam jumpa media di KMN EyeCare dikawasan Lebak Bulus Jakarta, pekan lalu.

Yuki kato yang kini menjadi pemandu acara Indonesia Pintar dan juga The Comment di salah satu televisi swasta awalnya enggan dan takut melakukan Lasik.

“Saya awalnya enggan dan sempat ragu untuk menjalani tindakan lasik ini, saya sempat curhat sama orangtua saya soal lasik ini dan juga kepada ke teman-teman saya. Akhirnya saya berfikir secara mendalam manfaat yang diperolehnya baru saya putuskan untuk menjalani tindakan Lasik ini,” kata Yuki Kato.

Yuki Kato merasa senang dan puas setelah menjalani Lasik karena tidak perlu lagi ganti lensa kontak dan kaca mata saat mau beraktivitas.

Lantas apa sih lasik itu? Lasik adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan ketergantungan seseorang pada kaca mata atau lensa kontak dengan mengubah kelengkungan kornea menggunakan laser.

Tim dokter KMN EyeCare Dr. Maya E. Soewandono SpM mengatakan bahwa tindakan lasik ini sangat aman dan hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit.

“Seluruh proses dilakukan menggunakan laser dan tidak ada efek apapun setelahnya. KMN EyeCare terus melakukan update terhadap teknologi Lasik tercanggih yang ada,” ungkapnya.

CEO KMN EyeCare, Dr. Rudy C. Susilo menambahkan pihaknya telah melakukan tindakan Lasik kepada banyak selebriti dan para tokoh masyarakat. Termasuk Yuki Kato.

“Dari hasil evaluasi, mereka yang menjalani tindakan Lasik tidak terganggu kegiatan rutinnya. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa sampai sekarang,” kata Dr. Rudy.

Harga tindakan lasik sendiri relatif mahal, mwncapai angka belasan sampai 20-an juta rupiah. Meski demikian, tidak sembarang mata dapat melakukan lasik.

Kandidat pasien mata yang bisa dilasik adalah mereka dengan kornea mata yang bagus. Artinya meski ada minus dan silinder sekalipun, kondisi kornea tidak dalam keadaan luka atau membusuk.

“Kornea luka atau terinfeksi bisa terjadi akibat iritasi hebat di kornea. Penyebabnya paling sering adalah penggunaan kontak lensa yang tidak benar atau tidak steril,” kata Maya.

Syarat lainnya adalah usia harus 18 tahun ke atas. Sebab di usia itu umumnya kondisi mata sudah tetap. Minus atau silinder tak bertambah.

Jika ada riwayat penyakit degeneratif seperti diabetes, pasien tidak disarankan melakukan operasi lasik. (dianw/C)

 

Yuki Kato (tengah), bersama tim dari KMN Jakarta

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here