Ibu Disakiti, 2 Anak Bunuh Ayah Kandung

1
KAPOLRES Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib menunjukkan kedua tersangka pembunuh ayah kandung sendiri, pada gelar saat gelar perkara. Waspada/Ist
KAPOLRES Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib menunjukkan kedua tersangka pembunuh ayah kandung sendiri, pada gelar saat gelar perkara. Waspada/Ist

P. SIDIMPUAN (Waspada): Tidak terima ibunya disakiti, TWH, 21, dan adiknya FA, 16, warga Kec. Sipirok, Kab. Tapanuli Selatan membunuh ayah kandung mereka sendiri, Suhat, 51, di Kab. Padanglawas.

Mayat korban ditemukan dalam kondisi penuh luka di areal pekebunan warga pada Senin (25/2) sekira pukul 13:00. Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke Polsek Sosopan, Porles Tapsel.

Beberapa jam kemudian, personil Satuan Reskrim Polres Tapsel mengungkap kasus tersebut. Kemudian menangkap tersangka yang bersaudara kandung itu di  Kec. Sidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Senin (25/2) pukul 22:00.

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander, Rabu (27/2), menyebut, pembunuhan terhadap ayah kandung ini dilatari sakit hati ke dua tersangka, karena korban menyakiti ibu mereka.

Peristiwa pembunuhan ini berawal dari, Suhat yang warga Sipirok Tapsel namun tinggal dan berkebun di Sosopan Palas, kehilangan uang. Dia menuduh TWH dan FA yang mencurinya. Namun, karena anaknya mengaku tidak mengambil uang itu, istri Suhat membela keduanya.

Terjadi pertengkaran antara Suhat dan istrinya dan berujung pada penganiayaan. TWH dan FA sakit hati melihat ayahnya menyakiti ibu mereka. Kemudian merencanakan pembunuhan terhadap ayah kandungnya itu sendiri.

“TWH dan FA menyiapkan alu dan parang sebagai alat. Kemudian menghabisi nyawa ayah mereka saat di perjalanan menuju kebun,” kata Kapolres Tapsel. Saat korban hendak naik sepedamotor, TWH memanggilnya dan minta agar dia dan FA juga ikut ke kebun. Tanpa curiga, Suhat mengamininya dan menggonceng kedua anaknya itu.

Di tengah jalan, TWH memukul kepala Suhat hingga jatuh dari kereta. Kemudian FA ikut memukulinya dan baru berhenti setelah ayah mereka tidak bergerak dan tak bernafas lagi. Kemudian kakak beradik kandung ini melarikan diri.

“Tersangka dikenakan Pasal 340 KUH Pidana atau Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” kata Kapolres Tapsel.

Sementara ke dua tersangka kepada petugas mengatakan, mereka juga sering diancam bunuh olah ayahnya. Ancaman itu bukan tidak mungkin terjadi, karena TWH pernah melihat korban membunuh adik kandungnya di sungai kebun mereka.

Suhat mengancam TWH yang saat itu masih duduk di bangku SMP, agar tidak memberitahu kejadian pembunuhan pamannya itu kepada siapapun. “Ayah menenggelamkan paman ke air,” katanya. (a27)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here