Kisruh India – Pakistan, Perang Tidak Hasilkan Pemenang

1
Sejumlah tentara India berjaga di antara puing-puing helikopter AU India yang jatuh di Distrik Budgam, Kashmir, Rabu (27/2). ( rtr )
Sejumlah tentara India berjaga di antara puing-puing helikopter AU India yang jatuh di Distrik Budgam, Kashmir, Rabu (27/2). ( rtr )

ISLAMABAD, Pakistan (Waspada): Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi berharap konflik militer skala penuh antara negaranya dan India tidak akan terjadi karena akan berakhir dengan kerugian bagi kedua belah pihak.

“Saya harap tidak. Itu akan menjadi bunuh diri bersama,” katanya, seperti dilansir Sputnik, Jumat (1/3). “Kebijakan pemerintah Pakisran adalah kami tidak akan membiarkan tanah kami digunakan oleh organisasi atau individu mana pun untuk terorisme terhadap siapa pun, dan itu termasuk India,” lanjutnya, menanggapi keprihatinan India atas militan Jaish-e- yang berbasis di Pakistan.

Qureshi menambahkan, perintah Perdana Menteri Imran Khan sudah jelas, jika India menyerang Pakistan, maka Pakistan akan membalas India dua kali lipat. Ketika ditanya mengapa Pakistan belum menangkap pemimpin radikal, yang ada dalam daftar teror di India, Qureshi mendesak New Delhi untuk memberikan bukti kuat tentang keterlibatannya dalam serangan teror bom bunuh diri 14 Februari di Kashmir, yang menewaskan 44 paramiliter India.

Hingga Kamis (28/2) pagi, tentara India dan Pakistan melancarkan baku tembak di wilayah Himalaya di Kashmir. Tidak ada laporan langsung tentang korban, meskipun pesawat tempur terdengar meraung di atas wilayah pegunungan di Kashmir. Penduduk desa di sepanjang kawasan perbatasan diberitakan mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan India tidak akan mundur dan mengancam akan melakukan aksi-aksi militer selanjutnya. Modi dari partai nasionalis Hindu BJP yang mengadakan rapat umum lewat telekonferensi hari Kamis (28/2) menjelang pemilihan nasional, memperingatkan bahwa “musuh-musuh India sedang berkonspirasi untuk menciptakan ketidakstabilan di negara ini melalui serangan teror.”

 

Pilot pahlawan

Sementara itu, pilot AU India yang ditawan Pakistan, Komandan Wing Abhinandan Varthaman, akhirnya dibebaskan. Ia disambut bak pahlawan oleh ribuan warga yang berkumpul dan bernyanyi di perbatasan.

Sebelumnya, Abhinandan sempat dipukuli warga Pakistan saat pesawat MiG21-nya menggelar serangan udara menargetkan kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) dan kemudian ditembak jatuh. JeM merupakan kelompok milisi yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden bom bunuh diri di Kashmir pada 14 Februari yang menewaskan 44 pasukan paramiliter India.

Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jendral Asif Ghafoor mengatakan pilot itu “diperlakukan sesuai norma-norma etika militer”. Banyak politisi India menyatakan keprihatinan atas kenyataan yang dialami pilot itu. Kelompok oposisi India menuduh pemerintah melakukan “politisasi” terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pengorbanan angkatan bersenjata”. (afp/cnn/sputnik/And)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here