Liverpool Jangan Terluka Lagi

1
LEGENDA Liverpool Steven Gerrard (kanan), memuji kinerja manajer Juergen Klopp (kiri).(YouTube)

LONDON (Waspada): Legenda Steven Gerrard mengharapkan Liverpool jangan terluka lagi, seperti yang telah mereka alami ketika terpeleset di penghujung musim hingga gagal menjuarai Liga Premier 2013/2014.

Kenangan pahit itu ternyata masih menghantui mantan kapten Liverpool tersebut. Dia pun berharap, The Reds asuhan Juergen Klopp bisa juara musim ini untuk mengobati luka lamanya.

“Saya melihat kepada pemain sekarang, ada yang sempat menjadi rekan setim saya. Saya cuma berharap mereka bisa dan saya hanya sebagai seorang penyokong,” tutur Gerrard, seperti dilansir Reuters, Jumat (8/3).

Tragisnya lagi ketika menghadapi Chelsea pada laga penentuan empat tahun lalu, Gerrard terpeleset saat berusaha menguasai bola. Insiden itu membuat Demba Ba dengan mudah mencetak gol yang membuat Chelsea menang 2-0 sekaligus memupus kans kampiun Si Merah. Liga Utama Inggris musim itu akhirnya dijuarai Manchester City.

“Lukanya selalu menganga sejak peristiwa itu. Saya tidak yakin luka itu akan tertutup, karena saya tidak bisa mengubah pengalaman tersebut,” ratap Gerrard yang meninggalkan Liverpool pada 2015 setelah 17 tahun mengabdi.

Kini Marseyside Merah berasing lagi dengan Citizens di puncak klasemen. Gerrard mempunyai harapan tinggi untuk mengantar klub yang dibelanya sejak masih anak-anak itu bisa mengakhiri musim kemarau juara selama 29 tahun.

Dia pun memuji kinerja Klopp yang telah membuat The Kop selalu tampil sebagai kandidat kuat dalam perebutan trofi juara.

“Orang-orang tertentu akan melihatnya sebagai kegagalan, begitulah sepakbola. Padahal Juergen telah mengambil langkah maju, dia melakukan semua yang dia bisa,” puji Gerrard.

“Terkadang dalam sepakbola, jika seseorang mengalahkan Anda, Anda harus mengangkat tangan dan mengatakan tim yang lebih baik menang,” tambah manajer Glasgow Rangers itu.

Klopp sendiri merasa sudah memiliki proyek jangka panjang bersama The Reds. Menilik kontraknya yang masih tersisa tiga tahun lagi, mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengincar banyak kesuksesan bersama Jordan Henderson cs.

“Tak ada tanaman yang tumbuh secepat harapan di sini. Terkadang berhasil, tapi terkadang juga gagal. Ini bukan yang terakhir bagi kami,” papar pria Jerman itu.

Si Merah yang kini menduduki peringkat dua nilai 70 dan hanya minus satu poin di bawah The City, diyakini akan mendulang poin penuh ketika menjamu Burnley pada matchday 30, Minggu (10/3) malam mulai pkl 1900 WIB.

“Kami tertinggal satu poin, kami akan habis-habisan memanfaatkan segala kesempatan. Jika City terpeleset, kami harus memastikan diri berada di posisi untuk memanfaatkannya,” tekad bek sayap Andrew Robertson.

Dia mengklaim, Kop sama sekali tidak tertekan dalam perebutan gelar juga musim ini.

“Bicara degradasi, itu baru tekanan. Kami bukan di situ. Liverpool saat ini sedang berada di jalur juara. Ini harus dinikmati, bukan ditakuti,” tegas Robertson.

Justru geliat Mohamed Salah cs yang membuat Citizens tertekan sekaligus selalu siaga.

“Ini musim terbaik Liverpool, yang saya tahu sejak saya berkarir di Inggris,” kata Vincent Kompany, kapten City asal Belgia.

“Mereka kuat, jadi kami harus terus meningkatkan level kami. Jika mereka mengakhiri liga lebih baik dari kami, mereka layak dapat pujian,” pungkas Kompany. (m15/rtr/espn)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here