Alan Optimis Bulutangkis Sumut Maju

1
ALAN Budikusuma didampingi Ketua PBSI Sumut Ngadiman Suripno (2 kanan) dan pihak Daihatsu menyampaikan paparannya dalam konferensi pers jelang pelaksanaan Daihatsu Astec Open 2019 di Medan, Senin (11/3).(Waspada/Dedi Riono/B)

MEDAN (Waspada): Legenda bulutangkis Indonesia, Alan Budikusuma, optimis prestasi olahraga bulutangkis di Sumatera Utara bisa lebih maju, karena daerah ini memiliki potensi bibit-bibit atlet andal yang tidak kalah dengan daerah lain.

“Untuk memajukan olahraga bulutangkis di Sumut, maka potensi-potensi bibit atlet di daerah ini harus dimunculkan kembali. Di Pelatnas ada Antoni Ginting, salah satu anak Medan, walau berlatih di Bandung. Ini jadi bukti bulutangkis Sumut potensial dan bisa maju,” ujar Alan.

Hal itu dikatakan peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona dalam konferensi pers menjelang pelaksanaan kejuaraan bulutangkis internasional Daihatsu Astec Open 2019 di Istana Koki Medan, Senin (11/3).

Suami Susi Susanti itu mengatakan kejuaraan ini terus berusaha ditingkatkan kualitasnya setiap tahun. Baik saat masih berdiri sendiri (Astec Open) sejak 15 tahun lalu, maupun sejak empat tahun terakhir ketika bekerjasama dengan Daihatsu.

“Mulai tahun ini kita sudah naikkan levelnya menjadi internasional. Dengan level internasional pemain terdaftar di ranking Dunia BWF. Peserta yang mengikuti kejuaraan ini memiliki id BWF. Melalui kejuaraan ini, saya sebagai pengurus PBSI membantu memberikan kesempatan turnamen sebanyak-banyaknya kepada daerah. Saya berharap semakin banyak pemain bulutangkis dari luar Jawa,” kata Alan yang juga owner Astec.

Alan pun memberikan alasan memilih Kota Medan menjadi satu dari tujuh kota di Indonesia disinggahi kejuaraan ini. “Ya, kejuaraan ini hadir lagi di Medan setelah terakhir kali tahun 2016. Kenapa? Karena olahraga bulutangkis di daerah ini cukup potenisal,” ucap Alan.

Rokky Irvayandi, ADM Domestic Marketing Division Astra Daihatsu mengatakan Daihatsu juga ingin berkontribusi dalam kejayaan bulutangkis Indonesia. Itu menjadi latar belakang mereka terjun ke bulutangkis sejak empat tahun terakhir.

“Tahun 2016 kami mencari CSR di bidang apa yang cocok, kami studi olahraga apa yang pas dan akhirnya memilih bulutangkis. Kita semua tahu bulutangkis merupakan olahraga andalan Indonesia dan sangat digemari masyarakat. Itu juga jadi alasan kami pilih bulutakis,” ujar Rokky didampingi Haryan, Kepala Cabang SM Raja.

Koordinator Pertandingan Daihatsu Astec Open, Mimi Irawan, mengatakan yang berbeda dari tahun sebelumnya, pihaknya ingin menekankan kualitas meski penyelenggaraan tahun ini berkurang jadi tujuh kota dari tahun sebelumnya 10 kota.

“Dari dulu level kejuaraan ini Sirnas B dan sekarang jadi level internasional. Pemain dari luar negeri akan ikutan dalam kejuaraan ini seperti dari Thailand dan India. Apalagi kejuaraan ini menentukan ranking poin atlet,” ucap Mimi.

Ketua Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, mengatakan kejuaraan ini merupakan kepercayaan besar yang diberikan kepada Sumut setelah tahun 2016 terakhir kali. Apalagi dirinya yang baru dilantik sedang berusaha membenahi bulutangkis di Sumut.

“Doa dan dukungan terus berdatangan untuk saya, tapi tentu di punggung saya beban semakin berat untuk memajukan bulutangkis di daerah ini. Minimal satu medali untuk PON 2020 ditargetkan KONI Sumut. Prestasi itu yang harus kita kejar,” ucap Suripno.

Seperti diketahui, sedikitnya 514 atlet akan mengikuti kejuaraan ini di Gor PBSI Sumut mulai Selasa (12/3) ini hingga Sabtu (16/3). Kejuaraan ini rencananya dibuka Wagubsu Musa Rajekshah. Masyarakat dapat menonton setiap pertandingan dengan gratis. (m42/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here