Banyak Buruh Belum Dapat Perlindungan Kecelakaan Kerja

1
DEPUTI Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis dan Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia Herwin Nasution menunjukkan perjanjian kerjasama antara Serikat Buruh Perkebunan dengan BPJS Ketenagakerjaan di Medan, Senin (11/3). Waspada/Ist
DEPUTI Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis dan Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia Herwin Nasution menunjukkan perjanjian kerjasama antara Serikat Buruh Perkebunan dengan BPJS Ketenagakerjaan di Medan, Senin (11/3). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masih banyak buruh perkebunan di Sumatera Utara yang belum mendapat perlindungan kecelakaan kerja. Dari sekitar 3 juta buruh perkebunan yang ada di Sumut, baru 1 juta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut terungkap dalam acara Seminar dan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) antara Serikat Buruh Perkebunan dengan BPJS Ketenagakerjaan di Medan, Senin (11/3).

Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia Herwin Nasution mengatakan, di Sumut ada sekitar 3 juta buruh perkebunan, tapi yang terdaftar masih 1 juta. “Artinya, hanya 30 persen yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Herwin Nasution.

Herwin Nasution mengatakan, yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan pada umumnya adalah direksi, staf dan karyawan, sedangkan buruh belum begitu banyak. Untuk itu, dia berharap, dengan adanya kerjasama ini bisa memperkecil jarak antara stake holder perkebunan dengan BPJS ketenagakerjaan. “Sehingga antara buruh, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan terjalin komunikasi yang baik,” tegasnya.

Dia juga berharap, Dinas Ketenagakerjan Sumut harus ikut membantu sosialisasi perlindungan buruh perkebunan. Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Provsu Frans Bangun mengatakan, kepesertaan buruh di BPJS Ketenagakerjaan yang relatif kecil, harus bisa lebih ditingkatkan lagi dengan adanya kerjasama ini.

“Kita akan bantu sosialisasi sehingga sinergi antara serikat buruh dan BPJS Ketenagakerjaan semakin baik,” katanya. Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, tujuan kerja sama ini adalah untuk mengajak perusahaan, kontraktor perkebunan mendaftarkan buruh harian lepas agar mendapat perlindungan ketenagakerjaan.

“Kalau mereka (buruh) mendapat kecelakaan, biaya perawatannya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,” kata Umardin. Umardin juga menyebutkan, buruh dan pekerja perkebunan bisa mengikuti maksimal empat program BPJS Ketenagakerjaan ataupun hanya dua program perlindungan, yakni kecelakaan kerja dan kematian. (m41)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here