Aceh Butuh 23.000 Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikasi

1
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

BANDA ACEH (Waspada): Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, jika alokasi anggaran di Aceh mencapai Rp 2 triliun rata-rata per tahun, maka jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi yang dibutuhkan mencapai 23.000 orang dan 20.000 di antaranya telah tersertifikasi.

Menurut Menteri PUPR, bila melihat program pembangunan infrastruktur di Aceh,dengan anggaran Rp1,5 triliun hingga Rp 2 triliun per tahun,saat ini Aceh kekurangan tenaga kerja di bidang konstruksi sekira 3.000 orang.

Basuki mengungkapkan hal itu ketika membuka acara Fasilitasi Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Gedung Banda Aceh Convention Hall,Senin (11/3). Acara diikuti 1.000 orang tersebut, dihadiri Plt Gubernur Aceh NovaIriansyah dan Wali Kota Banda Aceh Amullah Usman.

Kata menteri, Pemerintah Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, program pembangunannya telah bergeser ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Secara nasional, ujar Basuki, dari 8,3 juta pekerja konstruksi di Indonesia, baru mencapai 616 ribu orang yang sudah bersertifikat. Pemerintah telah mewajibkan setiap penyedia jasa konstruksi memiliki sertifikasi.

Menurutnya, pemegang sertifikat konstruksi memiliki kekuatan hukum formal dan lebih mudah mencari kerja. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah mewajibkan dalam setiap pelelangan proyek memiliki sertifikasi kompetensi. (B01/B)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here