Pembangun Monumen KM Sinar Bangun Dilanjutkan

1
Sejumlah para pekerja sedang melakukan pekerjaan di kompleks monumen memasang reflika KM Sinar Bangun. Waspada/Hasuna Damanik/B
Sejumlah para pekerja sedang melakukan pekerjaan di kompleks monumen memasang reflika KM Sinar Bangun. Waspada/Hasuna Damanik/B

SIMALUNGUN (Waspada): Pembangunan Monumen KM Sinar Bangun yang sempat terhenti beberapa waktu lalu akhirnya dilanjutkan kembali menyusul tibanya reflika kapal yang tenggelam itu, Minggu (10/3).

Reflika KM Sinar Bangun dirakit di Jakarta yang terbuat dari bahan plat baja dengan ketebalan 12 mm. Sedangkan panjang 8 m x lebar 4 m dan tinggi kolom 8 m. Sementara berat kapal diperkirakan mencapai 8 ton.

Ketua Panitia Pembangunan Monumen KM Sinar Bangun yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Simalungun, Muda Halam Purba, kepada Waspada, Senin (11/3), mengatakan,reflika kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam Senin 18 Juni 2018, dibawa menggunakan truck crane dari Jakarta dan tiba di Tigaras atau kompleks monumen pada Minggu (10/3).

“Begitu reflika kapal tiba di Tigaras, para pekerja yang juga datang dari Jakarta langsung menaikkan reflika kapal keatas pondasi atau tapak dengan menggunakan truck crane,” kata Muda Halam.

Dia mengakui, seharusnya monumen peringatan tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut sudah selesai pada Desember 2018 lalu. Tetapi akibat dana anggaran untuk pembangunan monumen dimaksud yang murni dari dana CSR beberapa perusahaan masih kurang, maka untuk beberapa waktu terpaksa tertunda.

“Saat ini reflika kapal KM Sinar Bangun sudah terpasang. Kita targetkan,akhir Maret 2019 semuanya sudah selesai da  siap untuk diresmikan,” tandas Muda Halam. Selain reflika kapal, berbagai bahan yang juga tiba kemarin diantaranya prasasti nama-nama korban meninggal dan korban yang hilang.

Termasuk bahan ukiran berbentuk kain ulos. Nama – nama tersebut nantinya akan diabadikan di komlpleks monument untuk menjadi peringatan bagi keluarga korban tragedi KM Sinar Bangun dan bagi masyarakat luas.

Kalangan masyarakat di Tigaras menyambut baik dibangunnya monumen KM Sinar Bangun tersebut. Mereka berharap dengan selesainya pembangunan monument dimaksud, maka para keluarga korban akan banyak yang dating untuk berziarah.

Monumen itu juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah Tigaras yang dikenal berhawa sejuk dan penghasil mangga terbesar di Simalungun.(a29/J)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here