P. Siantar-T. Jawa Dibiarkan Rusak

1
JALAN provinsi menghubungkan P.Siantar-Tanahjawa-Kab. Asahan semakin memprihatinkan. Waspada/Hasuna Damanik
JALAN provinsi menghubungkan P.Siantar-Tanahjawa-Kab. Asahan semakin memprihatinkan. Waspada/Hasuna Damanik

SIMALUNGUN (Waspada): Kerusakan jalan provinsi menghubungkan Pematangsiantar-Tanahjawa dan Kab. Asahan di Nagori (Desa) Marubun Jaya, Kec. Tanahjawa, Kab. Simalungun tidak kunjung mendapat perbaikan. Padahal, kerusakan jalan dimaksud sudah berlangsung selama 6 bulan lamanya dan kondisi terakhir badan jalan semakin hari semakin mengecil karena tergerus longsor.

Pengamatan Waspada di llapangan Kamis (14/3), kondisi ruas jalan berstatus jalan provinsi tersebut sudah nyaris putus akibat 3/4 badan jalan tergerus longsor yang setiap hari menggerogoti jalan itu. Panjang jalan yang rusak mencapai 100 meter.

Sementara alat transportasi angkutan umum masih bisa melintas, tetapi terpaksa menggunakan beram jalan karena kondisi badan jalan semakin mengecil. Sedangkan untuk angkutan truk sifatnya terbatas, hanya boleh dilalui truk bermuatan di bawah 10 ton, karena dikhawatirkan bibir beram jalan tidak mampu menopang berat kenderaan.

S. Wardhani warga setempat mengatakan, kerusakan jalan provinsi penghubung tiga daerah sekaligus itu sudah berlangsung selama 6 bulan lebih dan akibatnya sudah sangat mengganggu sistim transportasi dan perekonomian masyarakat. “Karena status jalan ini merupakan jalan provinsi, maka kami sebagai warga meminta Gubsu segera turun tangan untuk perbaikan jalan ini,” ujar Wardhani.

Hal yang sama juga dikemukakan Sarinah, Pangulu (Kepdes) Marubun Jaya. Dia justru semakin khawatir jalan tersebut akan putus total, mengingat jika turun hujan air akan kembali membesar dan akan menggerus sisa badan jalan yang tertinggal. “Jika tidak segera ditangani, kita khawatir sisa badan jalan yang tertinggal terkena longsor lagi,” tegas Pangulu.

Lebih lanjut dikatakannya, kerusakan badan jalan di jalur jalan provinsi itu akibat terjangan banjir kiriman dari lahan Perkebunan milik PTPN-IV. Beberapa tahun sebelumnya, jalan itu juga sudah pernah amblas karena longsor hingga mengakibatkan jalan putus total.

Kemudian Pemprovsu memperbaikinya dengan memasang gorong-gorong besar, namun kurang optimal karena tetap tidak mampu menerima luapan air dari lahan perkebunan dan hanya bisa bertahan beberapa tahun saja, kemudian pada Oktober 2018 lalu, jalan kembali longsor.

“Lihat sendiri kondisinya, semakin hari semakin mengecil. Jika tidak segera ditangani, hanya tinggal menunggu waktu, jalan ini akan putus kembali,” ujarnya berharap. Disisi lain, sejumlah pemuda berjaga-jaga sambil mengatur buka tutup jalan bagi pengguna jalan. Tak ketinggalan, saat mengatur jalan mereka juga menyodorkan keranjang kepada pengemudi kenderaan berharap uang pecahan sebagai uang jerih payah.

Kepala UPT Dinas PU Pemprovsu di Pematangsiantar yang dikonfirmasi tidak sedang di kantornya. Menurut salah seorang pegawai di kantor UPT tersebut, bahwa pimpinannya sedang tugas lapangan. (a29)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here