Anak 3 Tahun Tewas Dianiaya Tetangga

1
IBU korban Arga Marpung menangis histeris saat menggendong jasad anaknya dengan kain sarung. Waspada/Ist
IBU korban Arga Marpung menangis histeris saat menggendong jasad anaknya dengan kain sarung. Waspada/Ist

BALIGE (Waspada): Seorang anak usia tiga tahun berinisial AM, 3, tewas setelah dianiaya seorang bapak empat anak berinisial SM, 38, Kamis (14/3) sekira pukul 08.00 WIB di Dusun II, Desa Narumonda VI, Kec. Siantar Narumonda, Kab. Toba Samosir (Tobasa).

Pelaku sendiri, yang sudah memiliki 4 orang anak, merupakan tetangga korban. Informasi yang dihimpun Waspada menyebut, bahwa awalnya korban bermain bersama teman-temannya di rumah famili korban.

Namun, pelaku tiba-tiba datang menganiaya korban dengan cara mencekik leher korban dan membenturkan bagian kepalanya ke dinding beton rumah hingga di bagian kepala memar. Korban pun akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

Sehingga teman-teman korban saat itu langsung berteriak histeris. Mendengar jeritan anak-anak tersebut, warga langsung berdatangan dan memberi pertolongan kepada korban. Sedangkan pelaku melarikan diri ke arah persawahan di desa itu.

“Kami tidak melihat persis bagaimana kejadiannya. Kami baru tau kejadian setelah banyak anak-anak yang menjerit. Kemudian kami berusaha membawa korban ke RSUD Porsea. Tapi nyawanya gak tertolong lagi. Kalau pelaku langsung dikejar warga karena lari,” imbuh sejumlah warga.

Ditanya motif penganiayaan tersebut, warga mengaku belum mengetahuinya. “Kami sama sekali belum tau apa penyebab penganiayaan itu. Orangtua korban saat kejadian sedang pergi ke desa sebelah untuk menghadiri acara pesta adat. Yang jelas pelaku sudah diamankan polisi,” sebut warga.

Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar, kepada Waspada, Jumat (15/3) membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar, tersangka sudah kita tahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kalau motifnya tentang perkelahian antara anak pelaku dengan si korban. Anak pelaku mengadu kepada tersangka SM, bahwa ia berkelahi dengan si korban. Kemudian tersangka emosi dan mendatangi korban. Terjadilah penganiayaan itu,” singkat Nelson. (chs)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here