Menristekdikti Uji Coba MRT, Yakin Lulusan Perkeretaapian Mampu Rawat MRT

1

JAKARTA (Waspada): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)  Mohamad Nasir beserta rombongan, Sabtu (16/3) melakukan uji coba perjalanan menggunakan kereta listrik Mass Rapid Transport (MRT). Uji coba dimulai dari stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Stasiun MRT Lebak Bulus.

Dalam perjalanan, menristekdikti mengucapkan selamat kepada PT MRT Jakarta atas lancarnya uji coba publik dan berharap masyarakat mampu memanfaatkan MRT dengan optimal.

“Mudah-mudahan ini lancar semuanya dan tidak ada kemacetan yang dihadapi para pekerja di Jakarta. Saya berharap dengan operasi MRT ini menjadikan ke depan mengubah perilaku disiplin, bersih, on time dan saling menghargai sesama penumpang. Ini milik kita semua, milik rakyat,” ungkap Nasir.

Uji coba oleh Menristekdikti ini turut dihadiri oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada D.S. Marsudi, para eselon Kemenristekdikti, para pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III (DKI Jakarta) serta ratusan perwakilan mahasiswa di sekitar DKI Jakarta.

Menristekdikti juga yakin pemuda Indonesia dapat merawat dan mengoptimalkan teknologi yang digunakan pada sistem MRT. Karena itu dia berpesan agar Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang  sudah memiliki program studi Sarjana Terapan Perkeretaapian sejak 2018 ini dapat menjadi pemasok utama tenaga perawatan mesin kereta listrik MRT.

“Satu tahun setengah dia di kelas. Satu tahun setengah lagi dia di operasional, supaya dia tahu kondisi real di lapangan. Tahun 2018 sudah berjalan. Tahun 2019 ada permintaan sepuluh kelas dari dua kelas di 2018, permintaan dari PT INKA dan PT KAI. Hal ini supaya nanti sustainability atau kelangsungannya terjaga dengan baik. Jangan sampai kita punya, tapi tidak bisa memperbaiki. Mudah-mudahan SDM bisa terpenuhi dengan baik,” ungkap Nasir. (dianw/B)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here