Pengamat Minta Debat Capres Serius Angkat Isu Pendidikan 

1

JAKARTA (Waspada): Pengamat pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji meminta agar debat calon presiden (capres) putaran ketiga, Minggu (17/3) nanti secara lebih serius membahas isu pendidikan.

Menurut dia, sebaiknya debat tidak hanya akan dipenuhi  dengan materi-materi populis, namun lebih kepada materi solutif terkait persoalan pendidikan bangsa yang sesungguhnya.

“Masyarakat dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan sangat menanti debat akan memunculkan  gagasan yang tidak hanya sekadar untuk kepentingan politik elektoral yang populis, tapi juga menjawab persoalan pendidikan yang saat ini sangat krusial,”kata Indra di Jakarta, Sabtu (16/3).

Rencana debat calon presiden putaran ketiga akan dilakukan calon wakil presiden dari kedua kubu yakni KH Maruf Amin dan Sandiaga Uno. Salah satu tema yang diangkat adalah pendidikan.

Kekhawatiran Indra ini disampaikan, karena berdasarkan pengamatannya hingga hari ini belum ada paslon yang serius menggulirkan gagasan mencerdaskan kehidupan bangsa.

’’Saya belum melihat adanya program pendidikan yang solutif, semoga saat debat berlangsung muncul gagasan yang baik,”  kata Indra.

Dia menegaskan persoalan pendidikan yang mendasar saat ini adalah belum mampunya pemerintah mencetak anak-anak yang cerdas. Salah satu solusi yang dia tawarkan adalah merombak Undang-Undang 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Saya berharap ada paslon yang mengusulkan perombakan UU Sisdiknas, karena UU ini sudah usang,” terangnya.

Indra lantas berharap, siapapun yang bakal jadi presiden nanti, seluruh program dalam UU Sisdiknas dievaluasi. Seperti program bantuan operasional sekolah (BOS), tunjangan profesi guru (TPG), transfer daerah, program Indonesia pintar (PIP), Bidikmisi, kurikulum dan sistem evaluasi, sampai urusan data pendidikan.

“Kebijakan pendidikan kita ini banyak yang harus dievaluasi. Apakah benar BOS itu bermanfaat? Apakah KIP berfaedah? Seberapa banyak manfaat pemberian beasiswa bidikmisi? Semuanya perlu dievaluasi,” tandas Indra. (dianw/C).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here